oleh

Kakek Juara ALL ENGLAND Tukang Comro Cipanas

-Berita, Olahraga, Seputar JABAR-15435 Dilihat

TINTAJABAR.COM, GARUT – Kemarin negeri kita menjadi pembicaraan di media global.
Berita luarbiasa pertama terjadi dalam Kejuaraan All England 2022. Di saat media Indonesia kemarin dihebohkan dengan MOTOGP MANDALIKA, alhamdulillah *pemuda orang tuanya Asal Garut (Asgar)* dari Kampung Cipanas Tarogong, Muhammad Shohibul Fikri berpasangan dengan Bagas Maulana berhasil menjadi Juara Ganda Putra All England 2022.

Kedua pasangan muda ini sebelum menjadi juara di Kejuaraan All England ini dalam babak sebelumnya berhasil mengalahkan pasangan kuat peringkat pertama, kedua dan ketiga dunia.

Muhammad Shohibul Fikri adalah putranya Didin Rahmat, *alumni SMAN 1 Garut 1988* dan FPOK IKIP Bandung. Ayahnya Fikri saat ini selain mengajar di sebuah SMA di Bandung juga sebagai pelatih Bulutangkis. Fikri saat ini adalah pemain klub SGS PLN. Sementara Bagas Maulana pemain PD Djarum.

Ada cerita menarik, terharu sekaligus membanggakan dari Keluarga Juara All England, Muhammad Fikri ini. Berdasarkan informasi dari sahabat orangtuanya di SMAN 1 Garut, kakek Fikri ini adalah pemilik lahan sekitar lereng Gunung Guntur yang terdapat di lokasi lahannya sumber (mata) air panas. Tepatnya daerah Ciengang.

Publik Cipanas tidak menyangka atas keputusan kakek Fikri yang bersikeras menolak untuk dijual sumber air panasnya. Padahal pihak pengusaha hotel di sekitar lahan ini berani bayar Rp. 1 Milyar atas mata air panasnya.

Kakeknya berkomitmen diberikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum secara gratis. Saya sendiri pernah menikmati mandi air panas di Ciengang ini. Teringat masa SD tahun 1970an hingga 1980 sering rame-rame dibawa saudara pemilik mobil sub-urban (mobil chevrolet Garut-Bandung). Sekalian mobilnya dicuci, anak-anak dilepas ada yang mandi di Tirtagangga adapula yang memilih gratisan di Ciengang.

Sikap kesederhanaan dan keteguhannya untuk tidak menjual sumber air panasnya, kakek Juara Ganda Putra All England ini sampai terkenal di Kampung Cipanas hingga akhir hayatna sebagai ‘Tukang Comro Cipanas’.
(Red/AS)

banner 300250banner 300250banner 300250banner 300250

Komentar