oleh

Kemacetan Intai Kota Bandung Kereta Cepat Jakarta Bandung Segera Beroperasi

TINTAJABAR.COM, BANDUNG – Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang diproyeksikan rampung pada 2023 ini berpotensi menimbulkan masalah baru di Bandung Raya khususnya Kota Bandung.

Proyek ini menelan anggaran sekitar 6,07 miliar dolar AS atau setara Rp85,41 triliun dan mengalami pembengkakan biaya setelah dilakukan pengkajian menjadi 8,6 miliar dolar AS atau setara Rp121,01 triliun (kurs Rp14.071 per dolar AS). KCJB ternyata berpotensi menimbulkan masalah kemacetan di rute yang dilalui.

Direktur Prasarana Perkeretaapian, Harno Trimadi menjelaskan, jika KCJB ini sudah difungsikan, maka setiap 10-15 menit sekali kereta akan sering melintas di daerah Ciroyom. Padahal, secara geografis, daerah Ciroyom termasuk titik yang padat lalu lintas.

“Ciroyom itu medannya menurun. Kalau durasi kereta yang lewat akan sesering itu, bisa menyebabkan banyak dampak negatif,” ujar Harno pada Jumat, 11 Februari 2022.

“Jangan sampai kereta apinya lancar, tapi jalan menuju stasiun kereta apinya terhambat. Kita juga tidak mau kalau masyarakat jadi terganggu oleh KCJB yang lalu lalang. Belum lagi kereta biasa yang juga melintas,” lanjutnya.

Maka dari itu pihaknya akan membangun flyover dan jembatan penyeberangan orang (JPO) pada 2023 nanti guna mengatasi masalah tersebut.

Selain kemacetan, Harno menambahkan, permasalahan di Ciroyom bukan hanya dari faktor medan, tapi juga termasuk daerah rawan banjir. Padahal, kereta api cepat sangat riskan jika melalui titik banjir.

“Untuk menangani permasalahan ini, kami juga berencana untuk membuat drainase dengan mencari titik sungai terdekat sebagai tempat pembuangan air berlebihnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Kota Bandung, Tammi Lasmini menyebut kepadatan akan terjadi di kawasan Padalarang. Maka, menurutnya pembangunan fasilitas flyover di titik Padalarang perlu dilakukan.

“Jika ini nanti sudah aktif, kendaraan yang melalui lalu lintas Padalarang ini akan semakin padat. Sehingga, kita butuh flyover untuk mempermudah masyarakat mengakses jalur ke Kota Bandung,” jelas Tammi.

Selain itu, lanjut Tammi, salah satu lokasi yang cukup krusial juga terdapat di Gedebage Selatan. Jika nantinya Tegalluar akan menjadi salah satu titik akhir dari KCJB, ruas jalan di Gedebage Selatan perlu diperluas.

“Kemarin kami juga berdiskusi bersam warga setempat. Mereka ingin ada pelebaran untuk wilayah selatan yang menghubungkan Tegalluar dengan Jalan Seokarno Hatta,” ucapnya.

Maka dari itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap agar KCJB ini memiliki titik pemberhentian yang lebih dekat dengan pusat Kota Bandung. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mudah berkunjung ke Bandung.

“Kami butuh koneksi ke pusat Kota Bandung. Semoga nanti bisa diusahakan ada kereta ke Kebon Kawung atau ke sekitar Leuwipanjang,” ungkapnya.
(Red/TJc)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar