Carut marut perizinan dan kurangnya pengawasan kepada pelaku usaha toko modern di Kabupaten Bandung Barat menjadi catatan penting untuk segera dituntaskan.
TINTAJABAR.COM, KBB – Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Hengki Kurniawan akan lakukan penutupan serentak kepada toko modern yang tidak memiliki ijin usaha, dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
Keputusan ini berangsur diputuskan Hengki, sejak diketahuinya pasar Tagog Padalarang yang sempat di berhentikan pembangunannya akibat tidak adanya IMB, yang kini sudah mulai dilanjutkan kembali.
Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Hengki Kurniawan akan lakukan penutupan serentak kepada toko modern yang tidak memiliki ijin usaha, dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
Keputusan ini berangsur diputuskan Hengki, sejak diketahuinya pasar Tagog Padalarang yang sempat di berhentikan pembangunannya akibat tidak adanya IMB, yang kini sudah mulai dilanjutkan kembali.
Tekadnya tersebut akan berlaku dimulai pada esok hari Senin, 3 Mei 2021 sampai dengan 6 bulan mendatang, untuk memberi kesempatan terhadap para toko modern tersebut agar segera memproses perijinan usaha.
“Mulai besok Senin, sampai 6 bulan kedepan bagi toko-toko modern seperti Alfa, Indomart, atau lainya yang belum memiliki ijin usaha untuk segera mengurus. Kita memberi waktu sampai dengan 6 bulan” kata Hengki.
Saat ditanya seputar sangsi bagi para toko modern yang tetap tidak mengurus ijin usaha maupun IMB selama 6 bulan itu, Hengki menjawab tegas akan segera menutupnya.
“Kalau memang belum diurus sampai oktober 2021 nanti, terpaksa kita akan tutup serentak bagi toko-toko modern yang belum memiliki ijin itu.” Tegas Hengki.
Selanjutnya, Hengki pun memberikan ketentuan untuk para toko modern ini diwajibkan untuk menampung produk-produk UMKM KBB sebanyak 20 persen dari kapasitas produk yang ada di toko tersebut.
Kesimpulan ini diambil Hengki demi untuk perbaikan ekonomi bagi pengusaha UMKM agar tidak hanya produk dari luar saja yang masuk ke KBB.
“Kita juga minta masing-masing toko modern ini wajib untuk menyediakan etalase untuk UMKM di bandung barat, kurang lebih space nya 20 persen dari jumlah barang yang ada di toko modern tersebut, Ia menambahkan, keberadaan toko modern di setiap pelosok daerah belum dapat menguntungkan pelaku UMKM.” Pungkasnya.
(Red)













Komentar