TINTAJABAR.COM, GARUT – Dengan adanya larangan mudik yang dikeluarkan oleh Pemerintah sangat berdampak di beberapa terminal bus pemberangkatan seperti halnya terminal guntur garut.
Seperti yang dijelaskan oleh Nike Puspitasari Exelence Service terminal guntur bahwa penumpang bus baik pemberangkatan maupun kedatangan rata-rata masih normal. “Penumpang bus pemberangkatan dari terminal guntir garut menuju kota tujuan untuk saat ini, masih dalam keadaan normal tidak seperti penumpang dahulu, dan masih dibilang normal.” Katanya. Minggu (2/5/2021).

Nike pun menjelaskan untuk para penumpang yang akan berangkat dari terimal garut harus melakukan beberapa protokol kesrhatan, chek suhu tubuh, pakai masker dan pakai hand sanitaizer. “tugas kami di terminal guntur garut ini melayani penumpang baik yang akan pergi ataupun pulang, apalagi penumpang dapat terjamin kesehatannya selama perjalanan,”Kata nike.
Dengan adanya pemberitahuan akan diberhentikannaya kendaraan transportasi selama menjelang lebaran idul fitri bus yang biasanya beroprasi keluar garut akan berhenti selama 2 minggu.

Ahmad S (35) supir bus antarkota mengatalan setelah adanya pemberitahuan bahwa bus antarkota dihentikan sementara waktu, yah terpaksa diam di rumah. “setelah kami menerima pemberitahuan bahwa sejak tanggal 6 Mei 2021 bus antar kota diberhentikan yah kami hanya akan tinggal dirumah saja, karena ngga bisa jalan,” ujarnya.
Ahmad pun mengeluh apabila armadanya tidak jalan, karena kebanyakan supir atau kondektur bus biasanya ada untuk kerumah, tapi terpaksa kalau armadanya tidak jalan dengan kondisi keuangan yang ada. ” mau bagaimana lagi kalau sudah keputusan penerintah tidak jalan yah kami juga nurut, harapan kami selaku pelaku jasa transportasi dengan di hentikannya armada, kami juga ingin mendapat perhatian dari pemerintah.”jelas ahmad.

Ditempat berbeda dua orang pemuda yang akan pulang kampung ke purwakarta merasa senang bisa pulang karena tahu kalau mulai tanggal 6 Mei 2021 sudah tidak bisa kemana-mana. ” saya sebagai warga masyarakat merasa harus mendukung program larangan mudik, karena dengan adanya pandemi covid-19 ini.” Kata Sony Hermawan (20) warga cisurupan garut.
Sony pun mengajak masyarakat untuk dapat mematuhi semua yang larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah guna memutus mata rantai covid-19. “Kami sebagai warga merasa tidak salah pemerintah melarang mudik, karena untungnya buat kita agar dapat memutus mata rantai covid-19, dan kita harus patuh dan taat.”pungkasnya. (Frisca/tintajabar.com)













Komentar