TINTAJABAR.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tren kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia meningkat sangat pesat. Namun secara umum dampak terhadap rumah sakit dan kematian secara keseluruhan relatif masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan Delta.
“Sebagai contoh kenaikan kasus di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten meningkat dengan sangat pesat namun angka perawatan rumah sakit dan kematian masih relatif rendah dan lebih kecil dibandingkan gelombang Delta,” kata Luhut Senin 7 Februari 2022.
Luhut mengatakan, yang saat ini menjadi perhatian Pemerintah adalah provinsi Bali. Hal itu karena kenaikan kasus yang sangat tinggi bahkan kenaikan kasus COVID-19 di Bali pada kali ini lebih tinggi daripada kenaikan kasus yang terjadi pada saat varian Delta pada beberapa waktu lalu.
“Untuk provinsi Bali, perlu mendapat perhatian khusus karena terdapat tren penambahan kasus juga melebihi puncak delta, tapi angka keterisian rumah sakit juga meningkat tapi masih tetap dalam koridor lain,” kata Luhut
Luhut mengatakan, mengenai perawatan rumah sakit bahwa 65% pasien yang dirawat saat ini memiliki gejala ringan dan tanpa gejala yang semestinya tidak masuk rumah sakit. Para pasien tersebut semestinya bisa melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat.
“Nah dari data ini saya minta dipegang betul-betul dan minta perhatian pada kita semua terutama orang-orang yang menganjurkan tidak vaksin, dari 356 pasien meninggal dari sejak omicron ini 42% itu memiliki komorbid. Saya ulangi 42% memiliki komorbid, 44% lansia, dan ini yang ingat 69% belum di vaksin lengkap,” kata Luhut
“Jadi kelompok komorbid, saya mohon yang punya hipertensi diabetic dan komplikasi perlu mendapat perhatian,” tambahnya
“Jadi saya mohon orang-orang yang menggunakan atau dirinya untuk menganjurkan jangan vaksinasi anda itu bertanggung jawab di komunitasmu kalau ada orang yang meninggal karena tidak divaksin. Jadi saya minta betul karena data kita bicara pakai data jadi data ini menunjukkan itu tuh 69% yang belum divaksin itu yang data meninggal di angka yang terakhir ini,” kata Luhut.
(Red/TJc)












Komentar