oleh

RA Lasminingrat Layak Dinobatkan Pahlawan Nasional

TINTAJABAR.COM, GARUT – Setiap tanggal 21 April Indonesia selalu memperingati Hari RA Kartini seorang wanita dari Jawa Tengah yang sebagai tonggak lahirnya Wanita Indonesia di Jamannya, begitu pula Dewi Sartika yang lahir di yanah Pasundan Jawa Barat.

Iwan Irwansyah, SE yang akrab di panggil Kang Jiwan dan juga sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) menceritakan sebelum ke dua tokoh RA Kartini dan Fewi Sartika lahir, ternyata ada sosok perempuan yang lebih dulu berjuang dalam membantu sesama perempuan di masanya. “Sosok tersebut adalah Raden Ayu (R.A.) Lasminingrat, perempuan kelahiran Garut, Jawa Barat yang mana merupakan tokoh perempuan intelektual pertama di Indonesia berdasarkan buku yang Deddy Effendie Tp.M.Hs tulis.” Kata Kang Jiwan.

RA Lasminingrat Lahir di Kabupaten Limbangan pada tanggal 29 Maret 1854 (25 tahun sebelum RA Kartini). Wafat pada tanggal 10 April 1948. Usianya 94 tahun. Beliau istri Bupati Garut pertama bernama Aria Wiratanudatar VIII.

R.A. Lasminingrat adalah putri Penghoeloe Moesa, Founding Father Garut. Masjid Agung Garut, alun alun dan Rumah Dinas Bupati tanahnya hibah dari Penghoeloe H.M.Moesa. “Dahulu berdasarkan data sejarah, Lasminingrat menguasai 7 bahasa, bersama Dewi Sartika mendirikan sekolah Kaoetamaan istri di Balonggede Babdung dan di Kab.Garut dibangun sakola gadis di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Sekolah yang pertama dibangun SD Kiansantang/Ranggalawe. RA Lasminingrat juga seorang sastrawan banyak hasil karya bukunya termasuk buku terjemahan dari bahasa asing. “Pada waktu itu Garut termasuk kota pelajar karena banyak dibangun sekolah. Penghoeloe Moesa mempunyai putra 16 orang dari 4 istri. Diantaranya,Bupati Serang, Bupati Bogor, Bupati Sukabumi, Bupati Cianjur.” Jelas Jiwan.

RA Lasminingrat berdasarkan dari sejarah beliau adalah Cucunya RA. Soeria Kartalegawa Bupati Garut ketiga dan cicitnya RA Moesa Soeria Kartalegawa Bupati Garut keempat.

Kang Jiwan selain menceritakan asal usul RA Lasminingrat menceritakan bahwa Kabupaten Garut mengusulkan kepihak Pemerintah RA Lasminingrat sudah diusulkan dua kali menjadi Pahlawan Nasional. “Proposal pengajuan RA Lasminingrat untuk menjadi Pahlawan Nasional, akan tetapi proposalnya harus dilengkapi karena dianggap masih ada yang kurang, bahkan Usulan ketiga dipending dulu karena kalau sudah tiga kali ditolak tidak bisa diusulkan lagi,” katanya.

Harapan Kang Jiwan kepada Penerintah terutama kepada Bapak Presiden RI dapat turut membantu agar RA Lasminingrat menjadi Pahlawan Nasional. Kang jiwanpun mengajak masyarakat Kabupaten Garut untuk meramaikan khasanah sosial media dengan menggunakan tagar #kitabanggajadioranggarut, # radenayulasminingrat, #lasminingratpahlawannasional. Pungkasnya. (Wak Puji/tintajabar.com)

banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki

Komentar

Tinggalkan Balasan