TINTAJABAR.COM, CIREBON – Ratusan rumah warga di Desa Selangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon , Jawa Barat, rusak akibat diterjang angin puting beliung . Rata-rata, kerusakan terjadi di bagian atap rumah.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon , Alex Suheriyawan mengatakan, berdasarkan data sementara, ada sebanyak 278 rumah warga di Desa Selangit, yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung . Dari 278 rumah ini, sekitar 20 rumah masuk kategori rusak berat.

Kerusakan yang diderita warga bervariasi. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. Tidak hanya itu, kuatnya terpaan angin membuat beberapa pohon tumbang.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon, angin puting beliung terjadi pukul 16.50 WIB (sebelumnya diberitakan pukul 16.00 WIB), di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, hari ini Sabtu 2 Januari 2020.
Langit berubah menjadi gelap, disusul hujan disertai angin kencang. Angin tersebut berbentuk pusaran mengerucut ke bawah atau yang biasa disebut puting beliung.
Tanpa kompromi, angin membabibuta menghantam rumah warga. Genting-genting berterbangan. Seng atap rumah roboh. Bangunan yang rapun pun ambruk.
Peristiwa mencekam itu pun berhasil direkam seorang ibu rumah tangga. Video tersebut pun beredar dalam aplikasi whatsapp dengan durasi 1 menit 1 detik.

Tidak ada korban jiwa. Dilaporkan, akibat peristiwa itu, ratusan rumah warga hancur, hanya ada warga yang mengalami luka ringan terdapat di RT 05, RT 01, dan tiga warga lain di RT 15. Warga yang luka dirujuk ke RS Arjawinangun.
Alex menambahkan selain rumah, dua gardu listrik yang ada di sekitar Kantor Desa Slangit mengalami konsleting listrik. Imbasnya, setelah peristiwa angin puting beliung terjadi, aliran listrik di Desa Selangit sempat terputus.
“Fasilitas umum yang terdampak ada mushola. Ada dua gardu yang konsleting. Kemudian putus kabel. Sehingga di sini mati listrik,” ujar Alex.
***






Komentar