TINTAJABAR.COM, GARUT- Miris, rumah yang dihuni Dayat huis (47 ) warga di Kampung Sukaraja RT 02/06, Desa Babakanloa, Kecamatan Pangatikan , luput dari perhatian pemerintah, dan saat ini atap langit-langit rumah nyaris ambruk pada Kamis (25/02/2020).
Diketahui rumah Dayat huis yang berpropesi sebagai awak media,kondisi rumahnya memang sudah lapuk dimakan usia tersebut, sangat jauh dari layak huni. Kendati pun demikian, hingga saat ini sama sekali belum mendapat bantuan atau penanganan apapun dari pemerintah desa setempat, termasuk bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), program pusat maupun daerah.
Saat ditemui Dayat huis menyebutkan, dengan kondisi rumahnya yang tak layak bisa dihuni lagi, beberapa hari ini, ia sering numpang tinggal di tetangganya, karena melihat kondisi rumah yang sangat menghawatirkan ketika hujan takut ambruk,sehingga Dirinya beserta istri dan anak-anaknya berinisiatif untuk numpang tidur dirumah tetangganya.

“Sudah beberapa hari rumah tidak ditempati kalau terjadi hujan lebat karena takut roboh, apalagi melihat cuaca ekstrim yang seringkali turun hujan disertai angin yang seringkali terjadi menimbulkan rasa was-was,” ucap Dayat huis, dengan wajah sayup, saat ditemui teman -teman awak media.
Kondisi hidupnya yang saat ini, aku Dayat huis , dirinya seringkali sakit-sakitan. Ia berharap ada solidaritas dari teman -teman sepropesi dan pemerintah bisa sesegera mungkin membantu meringankan beban hidup ditengah masa sulit, masa pendemi ini.
“Saya bingung, penyakit asma dan penyakit lambung sayapun tidak kunjung sembuh. Sementara biaya hidup damn beli obat harus tetap ada, terlebih kondisi rumah saat ini atap bilik rumah udah roboh, jadi saya mohon bantuan temanku bisa omembantu sedikitnya meringankan beban hidup keluarga saya,” kata Dayat huis , diiring linangan air mata dan kebingungan.
Pantauan awak media di lapangan, pasca kejadian amburuknya atap rumah Dayat Huis , warga serta pengurus dilingkungan setempat, langsung berinisiatif membersihkan material bangunan kayu dan bilik atap rumah yang hampir seluruhnya lapuk tak bisa digunakan lagi.
(Dady/TintaJabar.com)















Komentar