TINTAJABAR.COM, GARUT – Dalam rangka memperingati Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tahun 2022, bertempat di Sasana Wibawa Mukti SMKN 1 Garut, Selasa, 2 Maret 2022 telah berlangsung peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengambil tema, “Dengan semangat Isro Mi’raj, Kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan penceramah KH. Endin Muztahidin dari Pontren Al-Hikmah Selaawi Kec. Cibatu Kab. Garut.
H. Bejo Siswoyo, S.TP, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Garut menuturkan, “Alhamdulilah pada hari ini kita bisa melaksanakan peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua bisa mempersiapkan diri dari sekarang untuk mendapatkan ilmu dari Mama Endin Muztahidin, apalagi sebentar lagi kita akan kedatangan bulan suci Ramadhan 1443 H, juga di mohon kepada para siswa yang ada di rumah untuk mencatat materi yang nanti di sampaikan oleh mubaligh.”. Imbuhnya penuh harap.
Sementara H. Ruhiat, SH, MH, selaku Ketua Komite SMKN 1 Garut mengatakan, “kita semua perlu bersyukur kehadirat Allah SWT, Alhamdulilah bisa hadir untuk mengikuti peringatan Isro Mi’raj di SMKN 1 Garut, mudah-mudahan kita senantiasa diberikan kesehatan sehingga kita bisa melaksanakan aktivitas sebagaimana mestinya serta mudah-mudahan anak-anak kita yang akan melaksanakan PKL diberikan kelancaran dan kesuksesan.”. Ujarnya singkat dan padat.

KH. Endin Muztahidin dalam ceramahnya mengatakan, Semoga pada kesempatan ini kita semua mendapatkan keberkahan bulan Rajab, insya Allah pada kesempatan ini akan di uraikan beberapa hikmah yang harus kita ambil dari peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ucapnya
“Isro dan Mi’raj adalah dua kata yang berbeda, Isro adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, Sedangkan Mi’raj adalah Naiknya Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah Shalat. Mudah-mudahan kehadiran urang sing jadi lengkap jadi ibadah sareng mugia di tampi ku Allah SWT.”. Ungkapnya.
Selanjutnya di jelaskan oleh Mama Endin bahwa ibadah itu bukan hanya shalat wae, loba perbuatan anu janten ibadah pami urang sadayana nyontoh ka Kanjeng Nabi Muhammad SAW, urang bekerja, guru ngajar, ibu melayani suami lamun di niatan karena Allah, itu teh bagian tina ibadah. Ujarnya tegas
Sing saja jalma anu bertambah elmu tapi hente nambahan hidayah eta teh kurang berkah, tapi sabalikna, lamun nambah elmu sareng nambah hidayah, maka bakal ditambah kaberkahan sareng bakal tambah deket deui urang ka Allah SWT. Ungkapnya penuh semangat.
Diakhir taushiyahnya Mama Endin, menuturkan, Urang sakola ulah di niatan hoyong gawe, tapi sing boga pagawean, beda arti sareng maksudna antara padamel/bekerja sareng pagawean/punya kerjaan, artinya kita harus jadi bosnya, maksudnya, niatkan dalam mengajar itu bapak/ibu guru karena Allah SWT bukan karena ingin gaji”, Pungkasnya.
(Red/AS)








Komentar