TINTAJABAR.COM, TANGERANG – Tembok pembatas berduri,
yang memagari rumah di Kavling Brebes, Pondok Kacang, Ciledug, dengan panjang 300 meter dan tinggi 2 meter yang menghalangi akses masuk keluar sebuah keluarga dibongkar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang pada Rabu (17/3/2021) pagi.

Terlihat dua ekskavator mendapat pengawalan dari aparat gabungan TNI-Polri merobohkan tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang. Rabu (17/3/2021).
Sekitar pukul 08.15 WIB terlihat petugas gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Satpol PP, dan Dishub berada di sekitar rumah Hadiyanti, Jalan Akasia 1 RT 4 RW 3, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang.
Kedatangan mereka tak lain tak bukan yakni untuk merobohkan tembok 2 meter yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti.
Pekerja menghancurkan tembok tersebut dengan cara mendorong bucket ekskavator ke arah tembok.

Proses pembongkaran tembok yang menghalangi akses jalan warga ini disaksikan langsung oleh pemilik rumah serta ahli waris yang bersengketa. Mereka tak bisa berbuat banyak setelah tembok tersebut dibongkar paksa petugas, meskipun sebelumnya sempat minta penangguhan pembongkaran.
Karena penghancuran ini, lalu lintas di Jalan Pondok Kacang menjadi macet di kedua arah.
Proses perobohan tembok masih berlanjut dan terlihat puing-puing masih berserakan.
Namun petugas kebersihan sudah siap sedia di sekitar lokasi perobohan.

Sebelumnya, masalah tembok yang menutup akses rumah ini terungkap usai sebuah video viral di media sosial.
Dalam video itu, terlihat penghuni rumah yang tertutup aksesnya, keluarga Acep, terpaksa menggunakan tangga untuk memanjat tembok itu.
Usut punya usut, penutupan akses rumah warga itu ternyata terjadi karena masalah sengketa lahan.
Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana menjelaskan bahwa dulu tanah yang digunakan sebagai akses jalan itu merupakan tanah hibah dari orang tua Ruli.
Namun pada 2019, Ruli mempermasalahkan tanah itu, bukan tanah milik ibu Acep.
Kemudian Ruli membangun tembok di akses jalan yang sudah ada sejak 1990 itu yang sekaligus menutup akses rumah keluarga Acep.
***










Komentar