oleh

Haris A Eks Napiter Sebut Perekrutan Kaum Milenial Jadi Teroris Sangat Masif

TINTAJABAR.COM JAKARTA – Mantan narapidana terorisme Haris Amir Falah mengatakan, saat ini kelompok radikal sudah menyasar para kaum milenial untuk menjadi anggota.

Menurut Haris, saat direkrut menjadi teroris juga pada saat masih di bangku SMA. Contoh terbaru menurut dia, adalah ZA, teroris penyerang di Mabes Polri beberapa waktu lalu masih berumur 25 tahun.

”Saya dulu direkrut ketika masih SMA, karena sedang mencari jati diri, ingin menunjukkan kehebatan. Kemudian bertemu lah apa yang mereka punya, bertemu dengan doktrin-doktrin bisa menyalurkan apa keinginannya,” ujar Haris dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (3/4).

Haris mengatakan, perekrutan kaum milenial untuk menjadi anggota kelompok radikal sangat masif. Buktinya di Lapas Gunung Sindur banyak narapidana teroris yang tergolong kelompok milenial.

”Sampai sekarang anak-anak muda sangat luar biasa yang direkrut, saya 3 hari lalu juga ke Lapas Gunung Sindur sebagai besar baru masih umur 22, 23, paling tua 25 tahun,” terang Haris.

Haris enggan mengungkapkan pelaku-pelaku yang melakukan rekrutmen terhadap kaum milenial tersebut. Kelompok radikal tersebut mencari orang untuk dijadikan pengantin sehingga bisa terus melancarkan aksinya.

”Yang megang remotnya para pembinanya. Itulah disayangkannya ya, orang-orang dibikin berani mati tapi dia hanya berani hidup,” ucap Haris.

Sebelumnya, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). Orang tak dikenal masuk ke Mabes Polri, menodongkan senjata api, hingga akhirnya ditembak mati di lokasi.

Perempuan berinisial ZA, lahir di Jakarta pada 14 September 1995. Dia berusia 25 tahun dan tewas ditembak polisi karena melakukan penyerangan. Dia adalah perempuan lajang, berasal dari Ciracas, Jakarta Timur.
***

banner Suki banner Suki