oleh

Inspiratif! Kades Mandalamekar Dirikan Universitas Emper Masigit Bagi Yang Putus Sekolah

TINTAJABAR.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA
Desa Mandalamekar untuk saat ini terbilang bisa dikatakan Desa terpencil di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Saat ini, bukanlah hal yang sangat mudah untuk membangun kearah yang lebih maju. Namun, hal tersebut
dijadikan sebagai tantangan bagi Kepala Desa Mandalamekar yaitu Alfie Akhmad untuk memberdayakan warganya melalui berbagai program unggulanya yaitu diantaranya adalah Program Pendidikan.

Kepala Desa Mandalamekar, Kang Alfie menyampaikan, hal ini merupakan gerakan yang harus di dahulukan dan menjadi program primer di Desa yang belum lama ini di pimpinya. Oleh karena itu, manusia itu akan berfikir, berucap sesuai dengan software dan perangkat lunak manusia itu diisi dengan ilmu pengetahuan.

Dengan begitu, bila pengetahuan warganya tidak di upgrade sampai bagaimanapun hebatnya program yang di buat itu akan susah untuk di laksanakan dengan baik.

“Ketika keberadaan saya bisa memberikan manfaat untuk orang lain, rasanya saya mempunyai kebahagiaan tersendiri setelah berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melihat realita lebih dekat dengan cara bagaimana keluh kesah warganya.”Ucap Kepala Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras dalam pesan singkatnya, Selasa, (9/2/2021).

Kemudian, Alfie Akhmad Kepala Desa Mandalamekar mempunyai program gratisnya melalui Pendidikan untuk warganya, terutama yang putus Sekolah tingkat SLTP dan SLTA.

“Dia sudah jalankan dan langsung ia turun tangan sendiri dengan di bantu oleh beberapa relawan-relawan, sahabat-sahabatnya, dari Kota Tasikmalaya yang sudah lama bersama-sama mengabdikan diri di Bidang Sosial terutama masalah Pendidikan dan sampai sekarang ia masih laksanakan.”Ungkapnya.

Profesinya, Selain menjadi Kepala Desa Mandalamekar, Kang Alfie Akhmad juga Concern di Bidang Pendidikan, juga dia penggiat masalah-masalah Hukum di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Selanjutnya, Kepala Desa Mandalamekar ini sudah dibuktikan dengan tercatatnya ia sebagai Penasehat di Kongres Advocat Indonesia (KAI) DPC Tasikraya dan juga dia tercatat sebagai Dosen di Kota Tasikmalaya.

Kendati demikian, di Kota Tasikmalaya pun ia mengajar anak-anak yang putus Sekolah pada malam hari yang jadwalnya malam Rabu.

Adapun itu, di Desa yang ia pimpinya, Kang Alfie Akhmad juga biasa melakukan aktifitas mengajar pada hari Jum’at Sore dan Minggu Sore.

Sebelum menjadi Kepala Desa Mandalamekar, Kang Alfie Akhmad sudah melakukan aksi sosial sejak dulu, dimulai mengajar anak-anak yang putus Sekolah sampai ke Daerah Cikalong dan Cipatujah. Sedangkan, untuk ujiannya ditampung di Rumah Bilangan Tamansari Kota Tasikmalaya.

“Tidak jarang, sebagai guru, ia mengantar langsung anak-anak didiknya ke tempat ujian Negara yang di laksanakan di beberapa Sekolah di Bilangan Kota Tasikmalaya.”Jelasnya.

Alfie Akhmad berharap, bahwa percepatan pemerataan Pendidikan di Negara Indonesia tercinta segera terlaksana. Karena, hal inilah yang bisa mempercepat kesadaran setiap warga negara dalam memahami hak kewajibanya dan kondisi ini pula yang akan mempercepat terwujudnya tujuan setiap Negara yaitu terciptanya kesejahteraan bersama.

Sementara itu, jumlah Peserta Didik di Sekolah gratis Desa Mandalamekar yang di beri nama “Universitas Emper Masigit” langsung oleh Kepala Desa Mandalamekar yang sampai saat ini sudah mencapai 80 orang.

Sesuai dengan UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 bahwa: Pendidikan merupakan Hak Asasi setiap Manusia. Setiap warga Negara berhak mendapatkan pelayanan ini tanpa ada pembatasan. baik dalam akses mereka memperoleh Pendidikan maupun Tingkat Pendidikan yang akan mereka ikuti. Negara wajib membiayai Pendidikan bagi semua warga Negara dengan gratis. (RZ/tintajabar.com)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar

Tinggalkan Balasan