oleh

Politisi Wanita Fraksi PDIP Garut Menyoroti Laporan Anggaran Covid-19 Tidak Otentik dan Riil

TINTAJABAR.COM, GARUT – Anggota DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan, Juju Hartati S.sos mengaku prihatin dengan Anggaran Covid-19 yang telah dianggarkan melalui APBD Garut sebesar Ditahun 2020 sebesar Rp 600 milyar dan di Tahun Rp107 miliar dan dinilai tidak tepat sasaran.

“ setelah saya lihat dan amati saya merasa prihatin, dengan nilai anggaran yang cukup besar dan fantastik tapi penerapan anggarannya itu dinilai tidak tepat, ” ujar politisi perempuan tersebut, setelah acara Ramadan Street Food yang digelar PHRI & HDCI Garut di Halaman Annarto Mall. Minggu (2/5/2021).

Alasan Juju mengatakan kenapa anggaran Covid-19 begitu besar dan fantastik serta tidak tepat karena seiap dipertanyakan arah penyaluran dana covid-19 tersebut tidak konsisten dengan laporan-laporan yang diberikan. “Kenapa saya menilai anggaran yang cukup besar itu dinilai tidak tepat sasaran, karena ketika PDI-Perjuangan menyikapi dan mempertanyakan kemana arah penyaluran dana Covid-19 tersebut dan penilian dari fraksi dianggap tidak konsisten berdasarkan dengan laporan yang disampaikan.” Jelasnya

Juju pun berharap adanya kajian ulang dengan anggaran covid-19 yang begitu besar terutama terhadap perekonomian masyarakat yang terkena dampak pandemi.

“ kalau kita lihatkan anggaran 600 miliar pada tahun angaran 2020 bisa mengobati masyarakat yang kena covid, dengan anggaran 600 miliar yang diserap 100% bupati bisa menerangkan kepada kami, pemerintah bisa menerangkan kepada kami secara rill, tapi nyatanya rekan-rekan media juga mungkin bisa menilai,” jelasnya.

Juju Hartati S.Sos pun menyoroti permasalahan yang pernah disinggung tentang RS Intan Medina yang berkaitan masalah penangan covid. “Kemarin intan medina sempat di sebut, karena anggaran 600 miliar untuk mengatasi covid, khusus untuk covid bukan untuk apa-apa, walau bupati garut memberikan klarifikasi tidak secara langsung dan dan tidak dapat kami terima karena yang kami harapkan laporan anggaran Covid-19 itu otentik, dan kepada media juga diminta memgikuti anggaran covid-19 anggaran 2021 yang sebesar 107 miliar.” Tandasnya. (WP/tintajabar.com)

banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki banner Suki

Komentar

Tinggalkan Balasan