oleh

Renungan Buat Kita Tentang Kekosongan dan Kesombongan

 

Oleh : Frisca Friskilla

(Pimprus tintajabar.com)

TINTAJABAR.COM – Mobil pribadi tak lagi beranjak dari garasi. Jet pribadipun terparkir rapi di bandara. Lalu lintas udara telah ditutup. Masing-masing negara focus untuk merawat warganya, berperang melawan musuh kecil yang tak terlihat dimasa sekarang ini.

Setiap manusia terkurung dalam kamarnya. Pakaian dari designer terkenal, sepatu dan jam bermerek, minyak wangi dan seonggok alat make up kehilangan artinya, tergeletak tak berguna.

Tak ada lagi meeting mendadak ataupun bisnis meeting yang menyita waktu sehingga sering kali kita tak punya lagi waktu untuk keluarga dan untuk Tuhan.

Tak ada lagi pesta yang harus dihadiri, tak ada lagi nonton bareng, tak ada pula tongkrongan di cafe, tak ada lagi arak2an dan pesta seni, bahkan uang pun terhenti di bank.. semua tak ada arti.

Apa lagi yang bisa disombongkan & dibangga2kan dlm keadaan spt ini?

Saat ini Tuhan sedang membukakan mata setiap orang ….
Yg terpapar di Rumah Sakit saat ini dengan kelas yang sama tidak ada lg kelas VIP , Super VVIP lagi Orang Banyak harta , orang Miskin harta bersatu di ruang & kelas yg sama utk berjuang melawan penyakit dengan pelayanan yg sama.
Saat meninggalpun di peti yang sama tidak ada lg peti berlapis emas & tanpa bisa ditemani org2 tercinta ke liang lahat.

Orang Kaya saat sehat semua orang mendekat & saat divonis terkena virus mematikan ini, walaupun kaya raya semua org menjauh.

Bahkan tempat ibadah yang megah dan mahal pun sekarang kosong, tiba waktunya setiap orang menyembah Tuhan nya dalam roh dan kebenaran di dalam hati.

Yang kita butuhkan hanya makanan dan udara tuk di hirup, kita hanya ingin hidup. Selebihnya menjadi tidak penting lagi.

Dunia tak pernah melihat kesombongan narsis seperti di jaman ini!

Kabar baiknya, kita diberikan 1 kesempatan lagi untuk introspeksi, melihat kedalam diri, bertanya kepada Tuhan: “Kenapa Tuhan membiarkan saya hidup?” Untuk bersuka2 atau untuk membeli mobil barukah? Atau mungkin untuk menyelesaikan pendidikan sarjana?

Apakah tujuan hidupku sekarang? Apakah tujuan hidupku setelah pandemi Covid 19?

Mengapa Tuhan menyelamatkan aku dan mengijinkan yang lain meninggalkan dunia fana ini?

Manfaat apa yang harus kubawa untuk sesamaku manusia, apa yang harus kulakukan dengan sisa hidupku untuk Tuhan pencipta alam semesta ini sehingga Tuhan memberikan ku satu kesempatan lagi?

Pada waktu ini TUHAN ijinkan COVID-19 datang, sehingga kesulitan menimpa kita dan memaksa kita untuk melepaskan semua kesenangan, kebanggaan dan agenda pribadi kita.
Tanpa kita sadari seringkali kita menomor-sekiankan TUHAN dan lebih mengutamakan hal-hal lain melebihi hubungan kita dengan TUHAN.

Hari-hari ini iman kita sedang diuji dan kita dipaksa untuk menghancurkan semua Tabiat-tabiat buruk kita dan membangun hubungan dengan TUHAN Sang pencipta dan dengan keluarga.
• Yang memberhalakan olahraga, sekarang semua stadion dipaksa tutup.
• Yang memberhalakan uang sekarang ekonomi jatuh.
• Yang memberhalakan pekerjaan, sekarang tidak bisa pergi bekerja.
• Yang memberhalakan pergaulan, sekarang tidak bisa bertemu teman-teman.
• Yang memberhalakan pengetahuan dan kepintaran, sekarang sekolah2 dan kampus tutup.
• Yang memberhalakan makan-minum sekarang cafe dan restoran tutup.
• Yang memberhalakan pesta, sekarang kumpul-kumpul dilarang.
• Yang memberhalakan jalan-jalan atau liburan, sekarang mall, tempat2 wisata tutup dan penerbangan cancel.
• Yang memberhalakan bentuk tubuh, sekarang salon kecantikan dan tempat2 gym tutup.
• Yang sekarang pertemuan ibadah dilarang dan harus live streaming.
• Yang malas pulang ke rumah dan suka kesal dengan suami/istri/anak/orang tua, sekarang setiap hari siang-malam HARUS berkumpul dengan keluarga.

Kalau kita sadari drngannakal sehat ternyata Tuhan itu baik tidak merancang kita untuk hancur ditengah-tengah situasi sulit ini
Sang Pencipta ingin kita kembali bertobat dan beribadah kepada-Nya melebihi apapun dan Sang pencipta ingin kita mengetahui bahwa DIA sedang bekerja dan memulai musim yang baru bagi hamba-hamba-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami keluarga untuk hidup rendah hati. Jauhkan kami untuk mempraktekkan gaya hidup yang sombong dan mengangap orang lain rendah. Amin.

INGAT PESAN IBU :

TETAPLAH MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN DENGAN PAKAILAH MASKER SERTA SAYANGI KELUARGA DAN KERABATMU DARI PENYAKIT YANG BERBAHAYA

Editor : Wak Puji

banner 300250 banner 300250
banner 300250
banner 300250

Komentar