TINTAJABAR.COM, GARUT – Sebanyak 34 orang( ODGJ ) orang dengan gangguan jiwa
Yang tersebar di 13 wilayah kerja puskesmas di kabupaten garut di rujuk ke Rumah sakit marjoeki mahdi bogor sebelum di berangkatkan para pasien ODGJ dilakukan terlebih dahulu skrining yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, bertempat di klinik atma klinik jiwa pertama yang ada di provinsi jawa barat bertempat Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan. Kamis (24/02/2021).

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman dalam sambutannya merasa bersyukur dari Kemenkes ( Kementrian Kesehatan-red ) maupun dari Provinsi Jawa Barat hadir di dalam acara skrining dan mudah-mudahan ini merupakan upaya-upaya kita dalam membantu kesehatan masyarakat.

“Penangan terhadap ODGJ dalam rangka pertama ialah pemulihan yang kedua supaya mereka produktif dan juga agar mereka mandiri, jadi pulih, Produktif, Mandiri, ODGJ dari Kabupaten Garut yang terutama memerlukan perawatan yang harus ada di rumah sakit kita kumpulkan kita periksa kita skrining yang betul betul memerlukan perawatan kita kirim ke rumah sakit yang ada di bogor,” Kata Helmi Budiman.
Wakil Bupati berharap ODGJ ini tidak ada yang dipasung, tidak ada satupun ODGJ yang dipasung. ” jadi memang ODGJ ini mendapatkan perhatian khusus karena kalau kita lihat ODGJ itu rata – rata fakir, miskin tidak punya pekerjaan, kita harus fokus pro kepada yang miskin ini ODGJ di Masyarakat sering dipinggirkan dianggap sebelah mata padahal kan ini semua penyakit, sama penyakit yang perlu penanggulangan.” Katanya.

Helmi Budiman pun mengatakan mudah – mudahan dengan adanya skrijing terhadap para ODGJ mana yang harus dirawat mana yang harus bisa dirawat di kabupaten garut mudah mudahn ini merupakan upaya bagaimana mereka tadi pulih produktif dan mandiri.
Drs Rahbudi Helmi Apt,.M.kes Kasubdit keswa desease dan lansia kementrian kesehatan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan daerah Kavupaten Garut. “disini Pak Helmi Budiman beliau adalah seorang yang sangat konsisten dari awal pada saat Kepala Puskesmas yang terjauh di Cimari misalnya pada tahun 2000 beliau itu sudah punya komitmen untuk profur tadi Saya dengar beliau sampai ke hari ini udah lebih 20 tahun, Beliau konsisten menyatakan profur dan beliau sangat tau sebagai pihak pemerintah akar permasalahan kita kesehatan jiwa adalah kemiskinan, kemiskinan tidak bisa hanya teman – teman baik itu dinas kesehatan Provinsi, Dinas kesehatan Kabupaten yang bisa bergerak untuk mengentaskan kemiskinan,” Kata Rahbudi.

Rahbudi juga mengucapkan terima kasih kepada tim out break dari rumah sakit marjuki mahdi Bogor yang melaksanakan keguatan untuk penjaringan dan untuk melakukan sekaligus out break untuk di rawat di rumah sakit Marjuki Mahdi bogor.
“Kami berdoa mudah – mudahan kegiatan kali ini akan terus berjalan continue sehingga kita punya sistem untuk menajalankan bagaimana kita berhadapan dengan saudara – saudara kita yang saat ini sedang diuji dengan keadaan mental seperti ini, Tapi perlu kami sampaikan ada beberapa hal yang pertama masalah ODGJ yang disebabkan oleh kemiskinan itu bisa disembuhkan karena permasalahan ODGJ ini tidak bisa di selesaikan oleh sektor kesehatan saja yaitu kesehatan jiwa dukungan itu harus dilanjutkan dan dilengkapi pula oleh pendekatan pshysico sosial oleh kita semua bahwa dengan keadaan kita perlu sebagai fisikiater klinis tidak perlu sebagai seorang psikolog klinis dengan langkah sederhana kita bisa membantu kesembuhan saudara – saudara kita yang ada disini dengan mendengarkan dan berkomunikasi dengan beliau – beliau yang sedang dalam cobaan ini demgan cara mendengar yang baik saja kita sudah memeberika kontribusi positif untuk kesembuhan mereka,” Katanya.
drg Marion kepala bidang P2P dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat mengatakan kehadirannya di lokasi ini adalah sebuah komitmen Kabupaten Garut yang di gagas oleh Wakil Bupati Garut. ” Alhamdulilah saya hadir disini di tengah – tengah kita semua, ini merupakan komitmen Kabupaten Garut saya pikir untuk kesehatan jiwa sehingga mudah – mudahan kedepannya kita lebih baik lagi apalagi tadi Kabupaten Garut dari segi inisiatif sudah sangat besar saya akan sampaikan kepada pimpinan untuk bagaimana bisa klinik Atma ini bisa berjalan dan apa yang bisa kita support dari provinsi, mungkin dari segi rujukannya kerumah sakit jiwa Provinsi atau dari segi regulasinya seperti apa yang pasti dengan dinas kesehatan Kabupayen Garut kita sudah sangat kolaborasi dengan baik semuanya.” Kata Marion.
Marion pun menjekaskan pada intinya dalam keadaan ini adalah untuk membangun masyarakat garis menjadi sehat kembali. “maka di mana ini walaupun tidak bisa kita hindari seperti bapak Wabup Garut bilang bahwa ini akan semakin banyak kasusnya tetapi bisa dimainkan dengan baik mungkin itu, mudah-mudahan niat kita hari ini bisa berjalan dengan baik.” Tandasnya. (Yb/tintajabar.com)















Komentar