TINTAJABAR.COM, DEPOK – “Permasalahan Covid-19 ini sudah semakin meluas dan meningkat. Sejak dua bulan saat kasus pertama terjadi di Depok dan hingga saat ini, peningkatan penyebaran kasus Covid-19 sudah menjadi 7-8 kali lipat. Pandemi ini masalah kita bersama,” ujar Idris.

Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta warga untuk mau bersedia divaksin demi memutus mata rantai penyebaran. Untuk diketahui bahwa sasaran warga Depok yang divaksin sebanyak 60 persen dari 2,4 juta total penduduk. Atau sekitar 1,6 juta jiwa hingga tahap keempat.
“Harapan kami seluruh masyarakat tumbuh kesadaran untuk mau dan ingin divaksin,” katanya, Kamis (14/1).
Vaksin yang ada saat ini, lanjut Idris, adalah vaksin yang halal lan thoyiban sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mendapatkan vaksinasi
Jika masih ada warga yang merasa ragu silakan tanya kepada orang yang berkompeten dan mencari referensi yang benar.
Misalnya bertanya ke dokter dan pakar ahli
Ada dokter, ada MUI, BPOM.
Idris melarang warga yang ragu untuk mencari referensi ke mesin pencarian atau informasi pesan berantai dari WhatsApp.
Jangan percaya dari Google, jangan percaya hasil share di grup-grup WhatsApp,” tegas Idris.
“Kalau masih ragu tanyakan, konsultasi ke pakarnya, jangan ke google, jangan share-share WA. Konsulkan ke pakar. Kita punya IDI, dokter, Balai POM, MUI. Jadi sudah halalan toyiban,” ujar Idris.
Launching Vaksinasi Kota Depok Penyuntikan Perdana Vaksin Covid-19 dilakukan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris. Idris sendiri tidak mendapatkan vaksin karena sudah pernah terinfeksi Covid-19 pada bulan November 2020.
Sementara itu, usai melaksanakan vaksinasi, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan bahwa dirinya tidak merasakan sakit apapun saat disuntik. Pun demikian setelah menunggu reaksi selama 30 menit.
“Sedikit khawatir saat awal penyuntikan tapi setelah disuntik ya tidak ada gejala apa-apa. Tadi diawali dengan skrining dan mengisi form serta ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab.
Kemudian setelah disuntik diberi roti dan air mineral dan ditensi lagi,” papar Pradi. Setelah divaksin kemudian dia harus istirahat 30 menit untuk pemantauan pihak RS. Kemudian dia diperbolehkan pulang. Setelah ini kami akan kembali 2 minggu depan,” katanya.
Pradi menuturkan, vaksin tersebut aman. Sehingga dia mengimbau masyarakat lainnya bersedia divaksin. “Pada masyarakat seluruhnya di Kota Depok, kami akan laksanakan vaksinasi secara berkala. Kami akan lakukan tahap demi tahap, tak usah khawatir karena sumber-sumber yang valid menyatakan vaksin ini aman. Sudah dilakukan Pak presiden dan sudah dilakukan pemerintah daerah di berbagai wilayah,” paparnya.
Dia pun memiliki harapan besar vaksin ini dapat memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. “Ini upaya memutus mata rantai virus corona, mudah-mudahan bisa bangkit kembali Indonesia dan Kota Depok yang kita cintai,” tuturnya.






Komentar