TINTAJABAR.COM, GARUT – Berbeda dengan sosok yang satu ini di kalangan Parlementer DPRD Kabupaten Garut, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut yang selalu memerhatikan warga garut, kini kembali terenyuh dan merasa terpanggil saat melihat kondisi rumah Amid (52) salah seorang warga kurang mampu di Kampung Sukatani RT 03/RW 03 Desa Sukatani Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
Seperti biasanya saat mendengar kabar ada warga yang mederita kesusahan Yudha langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi warganya seperti apa dan bantuan apa yang dibutuhkan.
“keberadaan pak Amid ini saya dapat dari informasi rekan media yang nge-share video tentang kondisi rumah pak Amid, besoknya saya minta rekan media tersebut mengantar saya kelokasi,”Kata Yudha. Rabu (12/5/2021)
Yudha menyatakan sangat prihatin dengan kondisi Amid setelah menduda karena istrinya meninggal dunia akibat kanker payudara satu tahun yang lalu.
“Kondisi pak Amid memang memiliki beban dengan tujuh anggota keluarga tanpa istri yang terdiri dari lima anak dan satu cucu. Mereka harus tinggal bersama dirumah ukuran 4 x5 meter dengan kondisi yang reyot juga kumuh, bagian tiang-tiang penyangga sudah terlihat mulai rapuh dengan dinding bilik bambu yang sudah bolong-bolong,”ungkap Yudha mengambarkan kondisi Amid.
Yudha menambahkan dirinya baru bisa memberikan sembako untuk kebutuhan berlebaran serta sedikit uang tunai untuk memenuhi kebutuhan keluarga Amid.
“Saya belum dapat berbuat banyak dengan kondisi rumah pak Amid, namun untuk sekedar membantu berlebaran saya rasa cukup kami bawakan sembako dan sedikit uang tunai,”tuturnya.
Sementara itu Amid tampak sangat terharu dengan kehadiran Yudha dan rekan-rekannya dari PDI Perjuangan, Ia hanya mampu berucap terimakasih dengan seutai doa yang keluar dari bibirnya sambil menerima bantuan untuk keluarganya.
“Terimakasih pak Yudha semoga amal baik bapak mendapat balasan dari Alloh SWT, dilapangkan rejekinya dan dimuliakan di dunia dan akhirat nanti,”ucap Amid dengan nada lirih.
Amid mengaku belakangan ini memang hidupnya cukup kerepotan dari sisi ekonomi karena harus menghidupi anggota keluarga dengan kerja serabutan apalagi kondisi fisiknya kini mulai sakit sakitan sehingga tidak dapat bekerja maksimal seperti saat usia dulu.
“Saya memang tidak punya pekerjaan tetap, anak-anak juga yang SMP sudah putus sekolah karena tidak mampu lagi untuk membiayainya, untuk biaya hidup sehari hari juga saya sudah kerepotan kadang mengandalkan pemberian para tetangga saja,”katanya pasrah.
Amid juga memiliki harapan untuk segera dapat memperbaiki rumah tinggalnya yang sudah reyot dan bolong-bolong, namun ia kembali kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya. (Frisca/tintajabar.com)


















Komentar