TINTAJABAR.COM, GARUT – DPRD Garut mengadakan Reses Masa Sidang ke II Tahun 2021, guna menampung aspirasi masyarakat di dapil anggota DPRD Garut mulai tanggal 3 – 10 April 2021.
Yudha Puja Turnawan Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, hari pertama mengadakan reses di Puja Turnawan, melaksanakan reses di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu. Senin (3/5/2021).

Dalam kesempatan reses ini Yudha mengadakannya ditengah masyarakat korban tanah longsor /bergerak untuk menyerap aspirasi dari para korban bencana longsor dengan harapan juga bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah.
Dalam acara reses Yudha Puja Turnawan juga berkenan hadir Sekretaris Daerah (Sekda-red) Garut, H Nurdin Yana, Kalak BPBD Garut, Satriabudi, Camat Cilawu, Kepala Desa dan juga para pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut juga PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cilawu.
Dalam reses tersebut ada beberapa poin penting dari tanya jawab dalam acara reses tersebut, diantara harapan yang dilontarkan oleh warga Desa Karyamekar. Salah satunya adalah harapan mereka untuk membangun sejumlah akses jalan, TPU dan juga harapan ada penggantian dari Pekab Garut terkait lahan pertanian yang selama ini tergerus oleh longsor.
”Seperti kita lihat saya selaku Anggota DPRD Garut dari fraksi PDIP allhamdulillah banyak sekali menampung aspirasi dan bahgia juga dapat dihadiri oleh pak Sekda. Pak Sekda sudah menjelaskan, fasilitas umum seperti jalan akan ada pergeseran anggaran untuk membuat jalan di Kampung Cipager dan Babakan Kawung,” ujar Yudha saat diwawancarai usai reses.
“Nah ini gunanya reses karena reses ini amanah undang-undang. Nah ketentuanya reses ini akan kita paripurnakan, kemudian akan kita masukan ke dalam Bappeda, diinput ke Bappeda semoga di tahun ini juga ada pergeseran anggaran untuk rekonstruksi di dua kampung ini,” tambah Yudha.
Yudha bersama PDI Perjuangan dalam kesempatan ini juga berkomitmen akan selalu mengawal membantu warga Desa Karyamekar agar mereka bisa mendapatkan solusi terbaik dari musibah yang menimpa mereka.
Diwaktu yang bersamaan Sekda Garut H Nurdin Yana menjelaskan kepada jurnalis bahwa Pemerintah Daerah sudah memiliki skenario dalam penanganan korban bencana.
“Ada beberapa langkah yang sudah dilakukan Pemkab Garut agar korban bencana ini segera mendapatkan relokasi yang selama ini dijanjikan oleh Pemkab Garut.” Katanya.
H Nurdin mengabarkan bahwa setidaknya ada tiga langkah yang dilakukan Pemkab Garut dalam rencana relokasi ini. Antara lain, mencari lahan dan negosiasi harga. Kemudian setelah tahap itu selesai masuk ke tahap pembangunan kemudian barulah relokasi.
“untuk tahap pertama mencari lahan dan negosiasi harga tampaknya sudah menemui titik terang. Pemkab Garut sudah menemukan lahan yang cocok yaitu di Kampung Cigadog yang masih berada di Desa Karyamekar.” Jelasnya
” Besok insyaa Allah harga tanah sudah matching antara kita dengan pemilik tanah, Alhamdulillah berkat bantuan semua pihak baik dari mulai bu Camat, kepala desa, sampai semua, sehingga semua sudah ada hampir titik temu. Artinya tanah itu insyaa Allah kita dapatkan. Kemudian appraisal masuk maka ditetapkalah harga itu, Setelah itu ada maka kita langsung melakukan pembangunan rumah. Jadi sebanyak 73 rumah itu sudah kita siapkan alokasinya sudah ada,” tambahnya.
Jajang Cahyana Ketua RT 03 RW 02 Desa Karyamekar mengeluh bahwa saat ini kebanyakan korban longsor itu sudah mengontrak rumah sambil menunggu relokasi dari Pemerintah Kabupaten Garut.
“Masing-masing ada yang ngontrak di luar Desa, ada yang ngontrak di rumah saudaranya dan sebagian juga ngontrak di sekitar Desa Karyamekar.” Katanya
Jajang pun menjelaskan bahwa untuk biaya ngontrak sendiri sudah diterima korban longsor dari bantuan Pemerintah Kabupaten Garut sebesar Rp 500 ribu. “Termasuk juga para korban longsor juga sudah mendapatkan jadup (jaminan hidup-red).” tandasnya
(Frisca/tintajabar.com)













Komentar