oleh

Kisah Pilu Seorang Warga Cimanggung Akibat Bencana Longsor

TINTAJABAR.COM, SUMEDANG – Kisah seorang warga yang lolos dari maut saat terjadi longsor  susulan di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Berhasil selamat karena lari meninggalkan lokasi.

Di balik musibah bencana longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021), ada cerita yang tidak akan pernah bisa dilupakan.

Basarnas Lakukan Operasi Pencarian Korban Longsor Cimanggung

Setidaknya, oleh mereka yang berhasil selamat dari peristiwa yang hingga Kamis  (14/1/2021) menewaskan 24 orang. Dan sisa korban masoh dalam pencarian.

Di antara  kerumunan yang sedang berusaha membantu korban  yang tertimpa longsor  susulan Sabtu petang sekitar pukul 19.30 WIB, yaitu Herman (36 tahun) warga Kampung Cihanjuang Desa Comanggung Kab. Sumedang bersama Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dan Danramil Cimanggu Kapten Inf. Setyo Pribadi (alm) kala itu tengah berada di lokasi kejadian.

” waktu itu sekitar jam 16.00 telah terjadi longsor pertama yang menimpa beberapa rumah dan warga yang ada di sekitar lokasi, setelah kejadian tersebut saya bersama Danramil Kapten Inf. Setyo Pribadi (alm) melakukan buka jaring sekitar lapangan volly, sekitar jam 19.00 tiba-tiba saya melihat ke arah tebing yang bekas longsor saya melihat ada pohon yang tumbang, karena saya takut terjadi longsor susulan, saya melarikan diri menuju rumah, dan tidak tahu nasib yang masih di arena lapangan volly karena ada juga warga dari 3 desa yang sedang menyaksikan lokasi longsor ,” kata Herman.

Tak berapa lama memang terjadi longsoran susulan dan menimpa seluruh petugas yang sedang melaksanakan tugas pencarian. “Setelah kejadian longsor susulan terjadi dengan memberanikan diri kembali ke lokasi, saya melihat lapangan volly sudah tertutup longsor, dan allhamdulillah saya melihat Bapak Kapolres Sumedang dan wartawan ada di dalam mesjid,” jelas Herman.

Herman pun menjelaskan pada waktu kejadian ada warga yanh sedang melaksanakan hajatan, dan longsoran susulan menimpa rumah yang sedang hajatan. “Pada waktu kejadian kebenaran ada warga yang sedang hajatan, saya perkirakan korban yang sedang hajatan tersebut dari longsoran yang bagaikan ombak setinggi 3 meter menimpa rumah yang sedang hajat, sedang berapa yang ada di rumah tersebut saya tidak mengetahui,”katanya.

Setelah longsor susulan dari team SAR dan pemerintah, meminta warga yang selamat dan disekitar lokasi untuk dievakuasi ke tempat-tempat aman.”setelah adanya longsor tersebut seluruh warga di evakuasi ada yang di Sekolah, kantor desa dan rumah warga yang aman.” Tambah Herman.

Herman dan keluarga masih merasa bersyukur selamat dan berduka karena ada saudaranya yang tertimpa longsor. ” saya berharap semoga saudara-saudara kami yang tertimbun dapat diketemukan secepatnya.” Pungkas Herman. (Frisca)

Komentar

Tinggalkan Balasan