oleh

Ngabuburit Ala Jurnalis, Siapapun Bisa Menjadi Wartawan

Ngabuburit Ala Jurnalis, Siapapun Bisa Menjadi Wartawan

Oleh : Dina Martha Tiraswati, M.Pd. (Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat)

TINTAJABAR.COM, KOTA BANDUNG – Di era revolusi industri 4.0, semakin besar tuntutan terhadap situasi terkini, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian canggih. Penyebaran informasi bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, apa saja, dan dengan cara apa saja. Masyarakat sebagai konsumen media, sekarang pun bisa bertindak sebagai pencipta berita. Masyarakat yang dapat disebut citizen journalism, menandai perkembangan dunia jurnalistik. Dengan menggunakan perangkat elektronik yang ada, siapa pun bisa menjadi wartawan. Sama halnya peserta didik SMK, sebagai personal yang diharuskan mengembangkan karier, jurnalistik merupakan salah satu bidang yang dapat dipilih. Tidak hanya itu, peserta didik dan guru SMK juga harus mampu menguasai segala bidang keahlian, di antaranya jurnalistik.

Dalam jurnalistik ada nilai-nilai mengungkapkan kebenaran akan suatu permasalahan, nilai keilmiahan, dan juga seni fotografi. Sehingga, peserta didik akan semakin kritis dalam menghadapi segala persoalan yang ada. Pelatihan jurnalistik ini merupakan wadah training yang diharapkan mampu melahirkan peserta didik SMK yang kritis dan dapat menggali potensi yang dimiliki oleh peserta didik itu sendiri.

Sehingga, nantinya kegiatan ini akan membekas dan menjadi modal utama bagi peserta didik SMK. Melihat peranan informasi sangat penting bagi perkembangan diri guna menambah wawasan serta pengetahuan bagi peserta didik SMK di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, maka dari itu Komunitas Sekolah Vokasi Cileungsi mengadakan pelatihan jurnalistik dengan tema “Ngabuburit ala Jurnalis”.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komunitas Sekolah Vokasi Cileungsi dengan Jurnalis Mancing Indonesia (JMI). Dimana, dengan kolaborasi ini bisa memberikan kontribusi lebih, terutama untuk menambah keilmuan jurnalistik kepada peserta didik, guru, dan warga sekolah lainnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua JMI Bogor Raya, Billy Adhyaksa berkaitan dengan program-program yang akan dijalankan ke depan. Tidak hanya mancing, melainkan juga program pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Ngabuburit merupakan tradisi yang tak lepas dari kegiatan bulan Ramadan di Indonesia. Ngabuburit adalah kegiatan menunggu waktu berbuka puasa dan banyak orang yang menyebut ngabuburit sebagai aktivitas untuk mencari kesibukan sebelum berbuka puasa. Salah satu aktivitas positif ini, yaitu mengisi waktu menjelang berbuka puasa selama 4 hari untuk bersama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Adapun kegiatan Ngabuburit ala Jurnalis bertujuan:

1. Membentuk wadah potensi bakat dan minat bagi peserta didik SMK dan guru dalam bidang jurnalistik
2. Menuju peserta didik SMK yang kritis dan berintelektual
3. Mengembangkan kemampuan peserta didik SMK dalam berpikir kritis
4. Mengembangkan keterampilan penulisan jurnalistik sesuai kaidah dan ketentuan yang berlaku
5. Memberikan pengetahuan tentang media digital berupa pengenalan tata cara yang baik menggunakan media sosial
6. Mengembangkan keterampilan pembuatan konten kreatif
7. Peliputan dan pengemasan gambar video
8. Melatih keterampilan presenting, editing dan sinematografi
Tingginya penggunaan media sosial di kalangan generasi milenial menyebabkan mudahnya perubahan kognitif, afektif, bahkan perilaku dari anak muda ini. Beragam problematika sosial memungkinkan terjadi dengan intensitas penggunaan media sosial di kalangan generasi milenial Indonesia. Simpang siurnya beragam informasi dan pemanfaat media sosial secara serampangan akan menyebabkan beragam dampak negatif. Beragam pengetahuan tersebut dirasa penting untuk terus diterjemahkan kepada generasi muda agar terhindar dari tuntutan hukum sebagaimana diatur UU ITE maupun pengaruh radikalisme yang kini banyak mempengaruhi kalangan milenial melalui media sosial.

Generasi milenial harus bisa memanfaatkan beragam peluang yang ada. Kecanggihan teknologi mampu dikembangkan untuk kemanfaatan yang lebih besar dan membuka lapangan kerja baru. Melalui teknologi berbasis gadget, sangat memungkinkan menghadirkan beragam kreativitas desain.
(Red/TJc)

banner 300250banner 300250banner 300250banner 300250

Komentar