oleh

Warga Kp. Jati Larangang Desa Sukaratu, Makan Nasi Liwet Bersama Sambut Bulan Ramdhan

TINTAJABAR.COM, GARUT – Tradisi unik Makan Bersama yang dilakukan warga Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.

Umat muslim memang diperintahkan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan berbahagia, dengan mengikuti tradisi unik yang ada di desa, setidaknya bisa membuat kita lebih bersemangat lagi dalam menyambut datangnya bulan yang penuh berkah ini.

 

Dengan menyambut bulan suci ramadhan warga Kp Jati Larangan yang ada di Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut menggelar makan bersama dengan nasi liwet, dengan panjang kurang lebih 100 meter, di gelar di jalan yang ada di kampung Jati Larangan.

Ratusan warga diantara nya emak-emak, bapak-bapak dan anak-anak beramai-ramai makan nasi liwet bersama, yang dilakukan dengan beberapa kelompok orang duduk bersila dan membentuk baris panjang hingga panjangnya kurang lebih 100 meter, dimana nasi di atas nampan telah tersedia beserta lauk pauknya, sayuran, buah-buahan serta pencuci mulut, acara makan-makan ini diselingi dengan obrolan-obrolan ringan, senda gurau serta canda-ria warga sambil menikmati hidangan yang telah tersedia.

Inti dari acara makan nasi liwet bersama ini adalah untuk saling mendekatkan diri dengan orang-orang terdekat, keluarga dan kerabat, juga yang paling utama adalah dengan tetangga untuk saling silaturhami dan meminta maaf sebelum ramadhan atau bulan puasa tiba.

Ini dilakukan di alam terbuka disekitaran jalan- jalan kecil di depan atau halaman rumah-rumah warga sambil botram, kata ‘Botram’ yang berasal dari bahasa sunda (Red: botram artinya makan bersama) makan bareng nasi liwet.

Kegiatan-kegiatan menyambut datangnya ramadhan atau bulan puasa ini, sudah dilakukan jauh sebelumnya, yang sudah menjadi tradisi setiap menyambut bulan ramadhan atau bulan puasa, tak lupa dihadiri pula oleh Kepala Desa dan Ketua RW mengikuti acara makan nasi liwet bersama,
memaknai tradisi makan nasi liwet bersama ini adalah makan terakhir diluaran rumah dari sebelum memasuki bulan ramadhan hingga sampainya mereka masuk kedalam puncaknya yaitu kedalam bulan ramadhan/bulan puasa, karena setelah masuk bulan ramadhan selama satu bulan tidak dapat makan bersama seperti ini.
(Frisca/Agus/TJc)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar