TINTAJABAR.COM,GARUT– Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini, 9 Februari 2021 tentu penting kita apresiasi, karena selama ini dalam kacamata Politik Hukum dan Tata Negara, Pers telah mengambil bagian penting dalam Checking of Power dan secara konsisten menjadi bagian dari balance Pemerintahan selama ini.
Pengamat Politik Hukum & Tata Negara Indra Kurniawan. SH. saat terlibat dalam suatu wawancara di halaman Sekolah Tinggi Hukum Garut (STHG) jalan Hasan Arief, Kecamatan Banyuresmi, Garut menyebutkan Dinamika pers selama dua dasawarsa telah menjadi bagian yang sangat fundamental dalam mengelola informasi yang akurat dan digunakan sebagai sarana yang paling informatif bagi kepentingan dan kebutuhan Publik, Selasa (09/02).
“Krisis kepercayaan publik terhadap Pemerintahan baik di Pusat dan Daerah khusus terkait dengan berbagai macam keterbukaan informasi pun dapat dijawab secara baik oleh berbagai akslerasi dan keberanian Pers dalam mengungkap sisi-sisi keadilan Publik,” jelas Indra.
Pengamat Politik Hukum & Tata Negara Indra Kurniawan. SH.
Pengamat Politik Hukum & Tata Negara Indra Kurniawan. SH.
Pengamat muda ini berasumsi bahwa bentuk terbaik dari sebuah oposisi Politik kekuasaan adalah pers itu sendiri. Pers juga berfungsi sebagai wadah integritas pejabat publik bahkan bagaimana pers mengawal kinerja law maker disisi legislatif, dan kebijakan- kebijakan eksekutif pun tidak luput dari control mereka.
“Sejatinya ruang kosong demokrasi oleh publik dan minimnya kinerja wakil rakyat juga dapat diambil alih oleh peran-peran pers yang begitu aktif dan ikut memastikan keputusan-keputusan kuasa itu berdasarkan nalar keadilan Publik,” paparnya.
Maraknya pers-pers baik yang digital ataupun yang konvensional menurut Indra, menandakan memang kepercayaan Publik dan kontrol publik tidak akan pernah bisa dilepaskan dari kinerja dan integritas pers untuk selalu menjaga keakuratan pemberitaan dan kepentingan informasi ini juga cukup membantu Publik melakukan civil investigasi dan turut serta melakukan control terhadap penanganan kasus-kasus besar yang saat ini marak di Indonesia.
“Seraya mengucapkan Hari Pers Nasional, saya juga menyimpan harapan yang sangat besar bahwa pers kedepan bisa menjadi bagian dari tempat keadilan Pancasila itu berada,” harapnya.
Lebih jauh Indra mengatakan, Pers adalah suara rakyat yang paling original, terlepas dari kubuisme pers yang memiliki Spektrum Politik bagi penulis itu adalah sebuah diskursus baru bahwa saling mengimbangi bukan datang dari pers dan negara saja melainkan sesama pers juga layak menjadi bagian dari diskursus ilmiah dengan adanya perbedaan- perbedaan penilaian Politik Hukum yang berkembang di Indonesia saat ini.
“Pers saat ini berkembang begitu pesat dan berhasil mentransformasi keadilan publik yang saat ini masih menjadi kendala terkait keterbukaan informasi, akuntabilitas dan etos kerja Pejabat Publik,” jelasnya.
Dalam hukum tata negara, Indra mengatakan, pers adalah bagian penting sebagai pengendali kekuasaan dan saat ini kekuratan dan bentuk informasi yang disampaikan pers juga telah mencapai sudut-sudut ilmiah dan koheren.
“Selamat Hari Pers Nasional. Keadilan Pancasila salah satunya adalah bagaimana Pers menjadi penjaga Nalar Publik dan menjadi benteng pertahanan Publik untuk selalu memastikan tindakan- tindakan kekuasaan sebagai kepanjangan dari Keadilan Pancasila yang Hakiki, Terima Kasih,” tutup Indra. (Wak Puji/tintajabar.com)
















Komentar