Sanggupkah Jakarta Mencontoh Denmark Dalam Aturan Bersepeda di Jalan
Oleh: Zeng Wei Jian
TINTAJABAR.COM, JAKARTA – Denmark is the nation of cyclist. Negeri para bikers. Iklim dingin. Juli & Agustus paling panas. Sekitar 22°C di Copenhagen, Aarhus, Aalborg, Odense etc. Nordic country. North Atlantic.
Sepeda merupakan salah satu primary forms of transportation di Denmark. Rain, sunshine, hujan es-you’ll see bikers everywhere. Ngantor, shopping atau nongkrong. Motto-nya “The bike is a Dane’s best friend”.
Danish cycling culture is as old as the bicycle itself. Sepeda sudah dipake dari 1880an. Di era 1920-1930an, sepeda menjadi symbol of equality & freedom. Aristocrats, bourgeoisie & proletariat menggunakan sepeda ke kantor & tamasya ke pedesaan.
Tahun 1950an, Denmark semakin kaya. Orang mulai ganti sepeda dengan mopeds dan automobiles. Danish urban planners believed the future belonged to cars, trucks, and ever-wider highways.
Mideast 1970s oil crisis mengakhiri kejayaan mobil benzin. Car Free Sundays diperkenalkan di Copenhagen. Protest minta Copenhagen menjadi car-free city. Sepeda kembali menguasai kehidupan.
Jakarta terbalik. Iklim panas. Deru debu. Keranjang polusi. Macet. Dua musim. Hujan lebat. Road bikes harganya 100 juta. Jadi simbol Kaum The Haves.
Sepeda adalah solusi paling efisien bagi desk-bound people to get enough exercise.
Gubernur Anies Baswedan tampaknya mau ubah the city culture. Cycle superhighways dibuat sebagai boosters life style. Supaya orang naik sepeda. Telan dana 73 milyar. “Catnya import,” kata Kepala Dishub DKI.
Jalur Khusus Sepeda is to connect work, study- and residential areas. Membuat commuters lebi mudah menggunakan sepeda daripada mobil.
Ada syaratnya. Ga main bikin & import cat. Jalur Khusus Sepeda harus memperhatikan air pumps, footrests, safer intersections, green waves dan traffic lights timed to average cycling speed.
Sepeda adalah moda transportasi di Denmark. Di Jakarta jadi olah-raga, gaya-gayaan, & pamer. Kalo mau olah raga ya di velodrome. Bukan di jalan raya. Alih-alih sehat, serap radical bebas dari knalpot. Kesenggol motor-online, kasian si pengojeknya. Bisa disuruh ganti sepeda seharga puluhan juta. Hanya ada satu solusi: Larang Sepeda Masuk Jalan Raya…!!
Ribut dengan pemotor. Bayar pajak tapi ngga dibikinin jalur khusus. Bikin polantas bingung. Mau ditilang, tapi ngga ada SIM Sepeda. Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra Habiburokhman mengingatkan Gubernur Anies Baswedan.
“Pak Anies mesti hati-hati dalam menyusun kebijakan soal road bike, ini bisa sensitif dan menimbulkan kecemburuan sosial,” katanya.
(Frisca/tintajabar.com)







Komentar