oleh

Tak Disiplin Prokes, 26 Warga Lembang Reaktif Covid-19, Sekda KBB Soroti Prokes

TINTAJABAR.COM, LEMBANG – Sebanyak 26 warga Kampung Ciburial RW 03, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang terkonfirmasi positif COVID-19, setelah hasil swab test antigen dari warga lain yang menjadi kontak erat diterima oleh pihak Puskesmas Cikole, pada Jumat (4/6/2021).

Kepala Puskesmas Cikole, Iyan Hartono menjelaskan, “Betul, hari ini kami melakukan swab antigen dan diketahui ada 26 warga yang reaktif (positif) Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak desa terkait terpaparnya 26 warga Kampung Ciburial RW 03 tersebut. Hal ini guna memastikan mereka menjalani isolasi mandiri.

“Kami juga langsung melakukan prosedur 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Khususnya kepada keluarga terdekat atau yang pernah berinteraksi dengan warga yang dinyatakan positif,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat Asep Sodikin mengatakan pihaknya tidak akan menerapkan lockdown pada lingkungan tempat tinggal warga yang terpapar COVID-19 tersebut.

“Kami tidak akan melakukan lockdown. Tapi kami pasti koordinasi dengan Satgas COVID-19 desa,” kata Asep.

Kendati demikian, “Warga yang terpapar harus mau dikarantina dan jangan sampai tetap beraktivitas, jangan bandel,” katanya.

Dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. “Sesuai dengan SOP, pasti itu harus segera dikarantina. Nanti petugas surveilans dari Dinkes dan Puskesmas setempat akan melakukan tracking kontak erat. Tapi yang pasti mereka harus dikarantina dulu semuanya,” jelasnya.

Penambahan kasus COVID-19 di kampung tersebut terjadi di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di KBB. Asep menegaskan jika hal itu bukan berarti bahwa PPKM skala mikro di KBB hanya sekadar formalitas.

“Bukan formalitas, PPKM mikro itu sudah upaya yang terbaik. Presiden juga mengingatkan kenapa kita mengambil kebijakan itu, karena melihat di luar juga. Di India itu kan awalnya banyak, mereka pun melakukan seperti PPKM ini, penurunannya drastis,” ujarnya.

“Namun kembali lagi, dengan PPKM Mikro ini diharapkan sosialisasi protokol kesehatan bisa lebih dekat ke masyarakat. Kalau kami dari Pemda KBB juga meminta Satgas COVID-19 di kecamatan dan desa dikerahkan untuk menekan penyebaran COVID-19,” kata Asep menambahkan

Asep menegaskan, kemunculan kasus Covid-19 di KBB bakal menjadi bahan evaluasi. Pihaknya menduga jika penambahan kasus karena ketidakdisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Apalagi dirinya juga banyak mendengar ada kegiatan hajatan di kampung-kampung yang mengundang banyak warga.

“Saya menduga karena warga tidak disiplin. Sementara kami sejak awal sudah mengingatkan kurangi kerumunan, pakai masker, rajin cuci tangan. Namun, kadang kan masyarakat susah diaturnya,” pungkasnya.
(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan