oleh

Kepala SMAN 1 Garut, Berharap Segera Dilaksanakan PTM 100%

TINTAJABAR.COM, GARUT – Di temui di ruang kerjanya, Kamis, 3 Februari 2022, Tim liputan Media online Tintajabar.com di terima langsung oleh Drs. H. Sumpema, M.Pd. Dengan penuh keakraban, kami ngobrol ngaler ngidul tentang seputar pendidikan dan bagaimana meningkatkan muttu pendidikan baik untuk siswa maupun bagi guru sehingga bisa melaksanakan tugasnya secara profesional.

Ketika di minta pendapatnya tentang keinginan dari para orang tua, para guru dan dari peseta didik agar pelaksanaan PTM bisa 100%.

Dengan gaya dan senyumnya yang khas, kemudian H. Sumpena menjelaskan, “Mengenai PTM, SMAN 1 Garut telah melaksanakannya sejak awal tahun pelajaran semester 1 sampai dengan sekarang, tapi baru 50% karena harus terpenuhinya persyaratan mengenai protokol kesehatan, dimana sekolah bisa melaksanakan PTM 100% Kalau persyaratan terpenuhi yaitu para guru dan peserta didik harus sudah di vaksin 80%, alhamdulilah untuk SMAN 1 Garut, para siswanya sudah hampir 100% dari 1300 orang, hanya tinggal 4 siswa yang belum di vaksin, itu juga tidak bisa di lakukan vaksin karena sesuatu hal, sedangkan untuk gurunya sudah diatas 80%. Ujarnya.

Sebenarnya pada hari Senin kemarin, mau di laksanakan PTM 100%, tetapi pada hari Jumat dan Sabtu ada informasi, berdasarkan hasil test swab, di kabarkan ada 3 sekolah yang siswa dan gurunya terpapar Covid-19, akhirnya kami pending untuk pelaksanaan PTM 100%, kami tidak ingin cari masalah, lebih baik cari aman dan alhamdulilah untuk SMAN 1 Garut, Aman tidak ada guru atau siswa yang terpapar Covid-19.”. Ungkapnya.

Selanjutnya di jelaskan H. Sumpena yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMA Kab. Garut, “Berdasarkan petunjuk dari KCD Wil XI bahwa untuk pelaksanaan PTM sekarang masih tetap 50%, bagi sekolah yang melaksanakan PTM 100% walaupun sarpras dan prokes sudah terpenuhi tetap harus berkoordinasi dengan Satgas Covid dan tentunya dengan pihak KCD WIL XI.”. Imbuhnya penuh harap.

Lebih lanjut Kepala SMAN 1 Garut menuturkan ada beberapa kerugian jika PTM tidak 100% baik untuk siswa maupun para guru, dimana guru harus memberikan materi dalam satu bab selama 2 pekan, demikian juga dengan siswa akan kekurangan materi yang di terimanya, belum lagi pemantauan/monitoring cara belajar siswa di rumah tidak terpantau, penanaman karakter dan disiplinanpun menjadi kurang, semoga dan mari kita berdo’a kepada Allah yang maha kuasa, agar pandemi Covid-19 atau Virus Omicron ini segera berlalu sehingga PTM bisa 100% dan proses Kegiatan Belajar Mengajar bisa dilaksanakan dengan baik dan terpenuhi semua materi yang di ajarkan sehingga peseta didik menjadi manusia yang cerdas, beriman, bertaqwa dan tentunya berakhlakul karimah.”. Pungkasnya.

(AS/Ags/tintajabar.com)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar