oleh

Kadisdik Garut, Jangan menghitung Jumlah tapi Hitung Berkahnya

(Photo:Aep Saepudin, Jurnalis tintajabar.com)

 

TINTAJABAR.COM, GARUT –
Dalam rangka rangkaian peringatan hari jadi Garut ke 209 tahun, DPP FAGAR Kab. Garut, Senin, 31 Januari 2022, bertempat di Aula Kantor BJB Garut, telah di langsungkan Workshop tentang Peningkatan Muttu Guru Kab. Garut yang di ikuti oleh 150 peserta dari para anggota FAGAR se-Kab. Garut.

Hadir dalam pembukaan Ketua PGRI Garut, Kadisdik Garut, Sekertaris Dewan Pendidikan Garut, Perwakilan dari BKD, Kabid Kurikulum, para Pengurus DPP FAGAR, para Ketua DPC FAGAR dan tamu undangan lainnya.

(Photo:Aep Saepudin, Jurnalis tintajabar.com)

Dalam sambutannya Ade Manadin, menjelaskan bahwa ada 2 hal yang harus di ingat yaitu Kebaikan orang lain kepada kita dan Kejelekan kita kepada orang lain, ingat bahwa kita hidup di dunia saling membutuhkan tidak perlu mengedepan perbedaan-perbedaan tapi yang utama adalah Kebersamaan. Ujarnya penuh bijaksana.

Selanjutnya di jelaskan Ade Manadin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PGRI Garut, “Sebagai guru kita harus senantiasa bersyukur, dulu 10 tahun pernah jadi guru honorer, tapi di jalani dengan penuh keikhlasan dan ketekunan, akhirnya alhamdulilah jadi PNS, Kepala UPTD, Kabid SD, Sekdis dan sekarang alhamdulilah diberikan amanah menjadi Kadisdik Garut.”. Ungkapnya penuh diplomasi.

“Sebuah organisasi itu diperlukan sebagai wadah perjuangan untuk mencapai tujuan, jangan banyak wadah dan perbedaan, saya akan mempersatukan perbedaan tersebut untuk satu tujuan yang sama yaitu bagaimana para guru honorer naik statusnya jadi ASN P3K.”. Ujarnya tegas yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta workshop.

(Photo:Aep Saepudin, Jurnalis tintajabar.com)

Lebih lanjut mantan Kabid SD ini menuturkan bahwa di Garut itu ada 6248 Guru Honorer dan 116 Tenaga Kependidikan, semuanya mengharapkan ada perubahan nasib, sepanjang prosedurnya besar dan aturannya sesuai dengan Undang-undang, Saya setuju agar yang sudah lulus Passing Grade, tidak perlu test lagi langsung saja di tetapkan jadi ASN P3K, apalagi kalau umurnya sudah diatas 50 tahun. Imbuhnya penuh harap.

Makanya sebagai guru honorer perlu bersyukur, tiap bulannya selalu ada saja rezeki yang lebih, engga punya hutang, berbeda dengan PNS yang SKnya sudah di gadaikan, makanya kita jangan banyak menghitung jumlahnya, berapa uang gaji yang di terima, tapi hitung berkahnya, biar sedikit tapi berkah dan bermanfaat. Paparnya penuh harap.

“Peranan guru honorer di Garut sangat membantu sekali, ada 5000 guru yang siap mengajar dengan penuh kesungguhan, rela berjalan kaki dari rumahnya ke sekolah yang sangat jauh dan memakan waktu yang lama, tapi Alhamdulillah berkah, mereka tidak punya hutang dan selalu ada rezeki yang lebih.”. Ungkapnya lagi.

Diakhir sambutannya, Ade Manadin mengungkapkan bahwa kita jangan menilai kejelekan orang lain, tapi kenapa orang tersebut bisa berbuat tidak baik, seperti pa Munir seorang guru yang gaji nya tidak di bayarkan kemudian membakar sekolahnya, itu bukan gurunya yang salah, tapi harus di cari akar masalahnya, karena gajinya yang tidak di berikan oleh sekolah, maka saya kemarin membayar hutang gaji tersebut (6Juta) dari uang Dinas Pendidikan Garut. Akhirnya pa Munir senang dan mengucapkan terimakasih. Ucapnya penuh kebanggaan.

“Ingat bahwa orang lain tidak bisa menentukan hidup kita, tapi urang sorangan anu bakal ngarubahna, jangan berlindung di balik kesalahan orang lain, ingat bahwa kecerdasan orang itu beragam, jangan di paksakan harus sama model pembelajaran, baik di masyarakat ataupun di sekolah, carilah metode pembelajaran yang pas dan mudah di fahami oleh peserta didik, kebenaran milik kita semua, oleh karena itu kita berkewajiban untuk saling mengingatkan/tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Pungkas Bung Ade Manadin penuh semangat.
(AS/tintajabar.com)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar