TINTAJABAR.COM, GARUT –
Ada peribahasa Konsumen/Pelanggan adalah Raja, majunya sebuah perusahaan/percetakan tidak terlepas dari para konsumen/pelanggan yang merasa puas karena kebutuhannya terpenuhi, apa yang menjadi keinginannya terkabulkan.
Tapi terkadang kalau sudah rame/terkenal sebuah percetakan merasa adigung dan meremehkan konsumen yang memesannya apalagi kalau pesenannya cuma 1 atau 2 spanduk.
Hal tersebut di alami oleh Aep Saepudin, seorang pedagang kaki lima yang berjualan baso rudal dan es shanghai di Jl. Otista No. 163 yang tidak jauh lokasinya ke Maxprint Tarogong.
Dikatakan Aep, “Terus terang saya merasa kecewa banget dengan pelayanan Maxprint yang menyepelekan pesenan, padahal saya sangat butuh dengan spanduk tersebut karena mau di pake di Rm. Raja Sate, karena saya sudah langganan, makanya saya kirim file tersebut lewat WA sekitar pukul 15.13 dan langsung di jawab oleh petugas Maxprint, makanya saya tenang saja karena besok sudah bisa diambil spanduknya.”. Ungkapnya.

Karena ingin lebih yakin apakah sudah di print atau belum, akhirnya saya datang ke lokasi Maxprint, lumayan disana saya cukup menunggu lama, akhirnya terpaksa saya bilang pesanan punya sudah beres belum …? Dijawab oleh petugasnya kapan, ini dan itu, saya bilang lihat saja di WA kan ada arsipnya, ketika di cek ternyata belum di cetak/print, akhirnya saya pun kecewa dan sedikit marah kemudian meminta di cetak langsung, dia bilang boleh, tapi pas saya katakan minta yang harga kertasnya Rp. 15.000/m, dia bilang, harus yang standar dengan harga Rp. 21.000/m, padahal dari awal pesanan, sudah saya katakan minta kertas/bahannya yang Rp. 15.000/m.”. Ujarnya tegas.
Lebih lanjut di tuturkan Aep Saepudin yang juga berprofesi sebagai jurnalis, “Ini Maxprint mentang-mentang sudah terkenal dan banyak yang pesen, kemudian menyepelekan pesenan dari rakyat kecil seperti saya, terus terang saya cari orderan untuk nambah pendapatan, masa saya jual ke pelanggan harus harga yang sama dengan harga yang ada di Maxprint, saya juga pingin ada lebihnya, makanya saya pesan yang harganya Rp.15000/m, eh dibilang engga bisa sekarang harus besok, sekarang mah harus harga standar/normal Rp. 21.000. ini jelas-jelas masuk pada pelanggaran dan ada unsur pemaksaan secara tidak langsung, kenapa dibilang mau pilih harga yang brapa, Rp. 15.000 atau Rp. 21.000, Untuk itu saya meminta kepada Maxprint ganti rugi, saya sengaja datang baik-baik, eh malah bilang ini dan itu, harus pake DP. 50%, Saya bilang sok cetak sekarang saya bayar langsung, begitu tahu minta harga yang Rp. 15.000 di bilang harus besok, itu benar-benar sungguh terlalu”. Ucap Aep penuh kecewa.
Ketika diminta konfirmasi seputar kekecewaan konsumen, barangkali ada jawaban/tanggapannya dari pihak Maxprint, malah dibalas dengan kalimat seperti ini. “Mohon maaf jam operasional online sampai pukul 17.00 WIB. Bagi yang berkepentingan mendesak silahkan langsung datang ke toko. Toko tutup pukul 20.00 WIB. Terima kasih pesan anda sudah kami terima, mohon maaf saat ini kami sudah berada di luar jam kerja🙏🙏di harapkan tidak spam chat karena chat di balas satu persatu dari bawah ketika jam kerja, sehingga jika spam maka chat akan naik kembali ke atas, dan semakin lama untuk di balas.”. Pungkasnya. (AS/TJc)












Komentar