oleh

Mimpi Jokowi : Indonesia Menjadi Raja Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia

TINTAJABAR.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Ke-48 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (10/1/2021).

Salah satu yang disinggung Jokowi adalah keinginan Indonesia
mempunyai mimpi besar terhadap pengembangan kendaraan listrik. Bahkan dirinya menginginkan agar Indonesia bisa menjadi Produsen Baterai terbesar di Dunia, menjadi ‘raja’ produsen baterai kendaraan listrik. Semua itu tak lepas dari potensi besar sumber daya alam (SDA) tanah air berwujud nikel.

Jokowi menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan langkah-langkah kebijakan untuk menuju kesana. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bijih nikel untuk dikelola menjadi baterai lithium.

Jokowi bilang sebanyak 25% cadangan nikel di dunia berada di Indonesia dengan jumlah mencapai 21 juta ton. Untuk itu, Indonesia mengontrol hampir 30% produksi nikel global saat ini.

“Sebuah potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, dalam 5 tahun ke depan, pemerintah ingin fokus pada industri hilir bijih nikel ini,” kata Jokowi, Minggu (10/1/2021).

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, pemerintah ingin memiliki industri terintegrasi, di mana bijih nikel diolah menjadi antara lain feronikel dan baja tahan karat. Ke depannya, menurut Jokowi, pemerintah ingin agar lebih banyak lagi kerja sama antara BUMN dengan swasta dan BUMN dengan perusahaan multinasional.

“Dan kita ingin memasuki fase berikutnya untuk memasuki produksi baterai lithium sebagai komponen kendaraan listrik yang ke depan ini merupakan sebuah kesempatan yang besar bagi kita untuk bisa masuk dalam industri otomotif, kendaraan listrik, yang ke depan semuanya akan berpindah ke sana,” ujar Jokowi.

Saat ini pemerintah tengah berkomitmen untuk menghentikan sementara ekspor bijih nikel (ore) Dan mengalihkannya ke dalam negeri. Diharapkan mimpi tersebut bisa terealisasi dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.

Menurut Jokowi, bukan tanpa alasan mengapa Indonesia bisa menjadi salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia. Salah satunya adalah karena produksi bijih nikel Indonesia yang begitu melimpah.

Selain nikel Indonesia juga bisa memanfaatkan bahan baku mineral lainnya untuk memproduksi baterai. Misalnya adalah dengan memanfaatkan kobalt, mangan yang menurutnya memiliki nilai tambah jika dikelola menjadi produk jadi.

Indonesia punya cadangan nikel terbesar nomor 1 di dunia, strategi ini kita harus pakai untuk membangun idnustri mobil listrik,” jelasnya.
***

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan