PANCASILA
oleh : Ambu Rita Laraswati (Penulis, Seniman & Budayawati)
TINTAJABAR.COM, GARUT – Panca Sila = 5 Tata
Pancasila sebagai alat menata hidup.
Yang berkembang jadi ideologi Negara Indonesia.
Dasar ayana panca Sila aya dina kitab Sunda ( Dasar ada pancasila ada dalam kitab Sunda).
PANCAWEDANI yaitu merupakan pusaka guru maha guru sasana yang dahulu atau awal. Maha
adalah asal dari yang lebih dari yang lebih. Pancawedani ini merupakan pusaka saamparan
dunia dan menjadi sumber untuk manusia menjalani hidup ( Sunda). Pancawedani adalah:
Panca = 5 watak, we=cai, dani= sapu nyere.
Cai fungsi ngebersihkeun nu kotor, sapu nyere fungsi ngebersihkeun nu kotor, ngebersihkeun runtah. artinya air/cai untuk membersihkan yang kotor, sapu lidi untuk membersihkan sampah
yang kotor.
5 watak ini harus menjadi ideologi, ageman, tatanan kehirupan.
Pancawedani lima jalan pikun
ngebersihkeun jiwa.
Isi kitab Pancawedani menitik beratkan pada diri. Dasar awal adanya Pancasila.
Panca = 5, Sila = Duduk rapih.
Lima jeung ngerapikeun hirup. Jadi ajaran pancawedani adalah untuk membersihkan jiwa dalam menjalani kehidupan.
Di susun ku para karuhun urang/Nenek Moyang.
Jadi 5 Tata sila.
1.Tata ka Gusti
2.Tata ka papada manusa
3.Tata Ngahiji
4.Tata ka Rakyat
5.Tata Ratu adil (Pemimpin Adil).
Pancawedani berkembang menjadi Pancaindera
(tetap pada ajaran diri) artinya:
Pancasila sebagai alat menata hidup setiap pribadi manusia,
Yang berkembang jadi
Ideologi Bangsa.
Pada kondisi zaman ini oleh para ilmuwan ataupun negarawan banyak turunan ilmu dari “Tata” di kembangkan
Tata susila, Tata Boga,menjadi Tata Bahasa, Tata ruang, Tata krama, Tata Tertip, Tata
Tatanan. Yang bertujuan untuk membuat hidup menuju kebaikan, aturan adalah batasan untuk
membatasi prilaku manusia.
Apa bedanya dengan Kitab- kitab Agama..?
Tidak ada perbedaan, sama Kitab berisikan pengetahuan, tata aturan, peringatan dan larangan.
Pancawedani jika kita jabarkan penjelasannya, maka akan ada sambungan dengan Kitab Siksa
Kandang, Siksa kurung, Siksa dapur. Kitab yang mengatur etika antara manusia, mengatur manusia dengan ahli agama, mengatur hakekat semua ajaran sebelumnya yang mendidik setia
pada guru atau pandita.
Pancawedani akan menyambung dengan “Dasawredi” Yang membahas asal usul tulisan suci
yang di tulis oleh pandita suci.
Pancawedani menyambung dengan “Dasamala” Yaitu 10 perbuatan kotor diri manusia yang
membawa sengsara.
Pancawedani akan menyambung
“Pancaiyatna” yaitu 5 perkara yang harus benar benar jangan di lakukan manusia dalam
menempuh hidup dan di sebut ajaran etika, moral.
Pancawedani akan menyambung dengan
“Dasanaraka” yaitu 10 neraka yang menjadikan manusia masuk neraka yang berhubungan
dengan panca indra ( Ajaran diri).
Pancawedani akan menyambung dengan
“Caturpasanta” Yaitu 4 penenang dan 4 penawar agar kita dalam hidup tidak melakukan
perbuatan-perbuatan yang membawa sengsara, namun membawa sejahtera, damai, tentram,
bergotong royong, kemakmuran dll.
Pancasila yang saat ini menjadi ideologi Bangsa Indonesia adalah salah satu penawar dan
penenang dalam kita menjalani hidup agar kita menjauhi perbuatan perbutan yang jahat.
Pancasila adalah rumusan yang sangat ideal untuk bangsa kita, karena setiap sila yang berbunyi
sudah mewakili sarat dalam isi Kitab Pancawedani
(Kitab jati Sunda).
Pancasila secara lahirnya merupakan wadah dan di ucapkan
“Pantja Sila “yaitu:
1.Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kamanusian
3. Kebangsaan yang bulat dan utuh ( persatuan)
4. Kedaulatan Rakyat.
5. keadilan sosial.
Ke 5 ucapan ini menjadi menjadi daya upaya yang dapat menciptakan keadilan artinya
berkecukupan yang rata.
Pancasila secara batin menjadi Roh yaitu “Pantja Dria” Yang merupakan isi dan menjadi tekad
yang memakai budi, rasa, pengertian, cipta dan jiwa dengan sifat kejujuran, kebaikan,
kebenaran, sehat dan keadilan untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Pancasila merupakan kewajiban semua isi alam semesta
” Pantja Dharma” Yang di lakukan untuk tujuan asal hidup dari Tuhan maka kembali ke Tuhan
” Pulih ka Djati, Pulih ka Asal ku Adil Sampurna”.
Pancasila Dasar Negara Yang tersusun dari nilai-nilai kehidupan yang luhur untuk mencapai
kesempurnaan hidup di dunia dan sempurna di akherat.
” Sepi Pamrih, rame gawe Mamaju Ajuning Bowono”.
“Hana updyanta kadyangga ning manik kanarga, lawan manik sawestra. Yeka puhuning suka
duka, hala, hayu. banyak tanya nihan: bawah, paksa, gunung temen, daek mawa kapalang”
Artinya:
Ada jalan tindakan yang harus kamu ikuti, seperti kamu memakai perhiasan mutiara di tangan
yaitu untuk mencapai keselamatan dan jauh dari celaka dan bahaya, hidup akan seperti mutiara
atau gunung yang memancar.
Kelima sila dari pancasila sudah memenuhi perintah dan larangan dari kitab agama mana pun.
Bersyukur dan berbangalah kita generasi zaman ini di wariskan oleh leluhur dan pejuang
Bangsa “Pancasila” Sebagai pedoman hidup dan dasar Negara Indonesia.
Para Pemuda-Pemudi
Nusantara cermati dan pahami ke-lima sila dari Pancasila, gerakan dan amalkan, karena
Pancasila adalah ajaran kehidupan yang berasal dari alam semesta raya.
Saya mengajak kepada Bangsa Indonesia ” Mencintai dan Mengamalkan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
Jayalah Indonesia, Jayalah PANCASILA.
Garut, 16 Juni 2022
(AS/TJc)










Komentar