TINTAJABAR.COM, GARUT – Lagi-lagi wartawan ditolak saat ingin wawancara diacara (Aksera) Ajang Kreasi Seni dan Olah Raga Tingkat Raudhatu Atfhal (RA) yang bertempat di Madrasah Aliyah Negri (MAN) di Jalan Pembangun Kabupaten Garut.
Dengan beberapa pentas seni anak-anak siswa Raudhatul Atfhal, seperti lomba tari, lomba mewarnai, lomba Sholat, tahfiz, lomba Busana dan lain-lain, saat awak media hendak akan mewawancarai acara tersebut, menanyakan kepada Ketua Pelaksana, namun lagi-lagi wartawan ditolak seperti ada yang disembunyikan.
“Ketua Panitia Pelaksana berinisial ‘ES’ saat akan diwawancara selalu menghindar dengan alasan acara belum beres, namun ketika di tunggu sampai akhir acara selesai Ketua Panitia tersebut tetap tidak bersedia di wawancara”.
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers), pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media
Seorang wartawan berkata, “Benar Bu tidak mau diwawancarai, jawabnya tidak katanya sembari aroma wajahnya seperti alergi melihat wartawan, padawal kita bukan mau minta imbalan hanya ingin wawancara saja, karena acara tersebut terbilang acara besar, seluruh Perwakilan, Pimpinan Cabang (PC) dari setiap Kecamatan ada yang mendapat hasil juara juga ditingkat Kecamatan”, ungkap Agus Sulaeman
Agus dengan wajah kecewa sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, menurutnya hal itu tidak mencerminkan sikap dewasa dari Panitia acara AKSERA.
Sambung Agus sangat menyayangkan dengan melihat banyaknya peserta yang mengikuti acara tersebut, dengan datangnya dari seluruh perwakilan dari setiap kecamatan. Dia juga sempat menanyakan uang pendaftaran ke salah satu pimpinan peserta dan dijawabnya Rp.30 ribu per lembaga.
(Agss/TJc)










Komentar