TINTAJABAR.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sedang mengupayakan jenis tes khusus untuk bisa mendeteksi dini masuknya kasus varian Omicron. Apalagi, saat ini sebanyak 76 negara dilaporkan telah mendeteksi kasus varian Omicron.
“Pemerintah sedang mengupayakan jenis tes khusus yang mampu mendeteksi dini kasus-kasus Omicron secara lebih cepat untuk mencegah penularan di tingkat masyarakat,” ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi saat Konferensi Pers secara virtual, Rabu (15/12/2021).
Namun begitu, Nadia memastikan bahwa varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia. “Sejauh ini dari hasil sekuensing nasional, kita belum menemukan kasus Omicron di negara kita ini. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya Omicron ini menjadi varian yang menyita banyak perhatian, terutama dengan karakteristiknya yang sangat memungkinkan untuk memunculkan gelombang Covid-19 di berbagai negara,” tegasnya.
Nadia mengatakan deteksi dini ini harus dilakukan mengingat saat ini ada peningkatan pelaku perjalanan dari luar negeri.
“Kami melihat ada peningkatan kasus ataupun peningkatan pelaku perjalanan yang sebelumnya hanya sekitar 300, saat ini mencapai 4 ribu kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri yang harus kita waspadai,” ujarnya.
Selain itu, Nadia juga mengingatkan bahwa saat ini masih dalam situasi pandemi terutama akan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Tentu kita tidak lupa beberapa waktu yang lalu kita mengalami lonjakan kasus akibat pasca libur panjang dan tentu kita tidak ingin ini terulang kembali. Tetap waspada patuhi protokol kesehatan segera vaksinasi dan ikuti anjuran dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama,” kata Nadia.
(Red)












Komentar