TINTAJABAR.COM, TASIKMALAYA – Anggota Kepolisian Resor Tasikmalaya menyasar Preman di Alun-Alun, Terminal dan Pasar Tradisional Singaparna. Sehingga, mereka dianggap meresahkan dikarenakan kerap meminta uang ke warga sekitar.
Kompol Kresno Sutopo Kabag Ops Polres Tasikmalaya mengatakan razia Premanisme ini dilaksanakan atas perintah A1 dari Kapolri yang diperintahkan langsung Presiden untuk menertibkan aksi Premanisme.
“Kita amankan puluhan preman, anak punk dan pengamen yang meresahkan di wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Kita bawa dan berikan pembinaan di Mako,”Ujar Kabag Ops Kresno Sutopo, Senin, (14/6/2021).
Lanjut Kresno Sutopo, diantara anak punk dan pengamen yang diamankan. ada satu orang perempuan dan dua orang anak dibawah umur. Termasuk satu orang preman yang tertangkap tangan membawa alkohol untuk di perjual belikan.
“Kita beri pembinaan, didata lalu dipulangkan. Jika kembali tetap meresahkan masyarakat akan kembali diamankan bahkan bisa dikenakan tipiring. Preman pembawa alkohol juga kami amankan dia jual buat pengamen.”cetusnya
Sementara, ada Pengamen Perempuan bernama Seni asal Ciamis sengaja ngamen di Kabupaten Tasikmalaya. Dia, berdalih tengah mengumpulkan uang untuk modal usaha jualan sendal.
“Ada dua orang luar Tasikmalaya, keduanya pengamen asal Ciamis, kebetulan lagi ngamen di Singaparna, kita amankan.”imbuh S saat diatas mobil patroli yang telah diamankan.
Lalu kemudian, Anak Punk Rafli (16) menjelaskan, sehingga dia nekat sampai jadi anak punk dan mengamen di jalanan karena diajak temannya. Selain itu, untuk keperluan jajan sehari-hari setelah ayahnya menikah lagi.
“Iya pak saya putus sekolah, keluar pas kelas delapan (8) SMP. Orang tua saya sudah pisah, bapak nikah lagi. Jadi, saya malah jadi anak punk,”katanya.
Adapun, salah satu Preman, Rahmat (45) menuturkan sudah biasa berjualan alkohol oplosan di terminal Singaparna dan suka dijual kepada para Pengamen dan Preman.
“Iya, saya ambil barang dari teman beli Rp 10 ribu, lalu alkohol untuk oplosannya saya jual lagi Rp 15 ribu, untung Rp 5 ribu,”Pungkasnya (RZ/tintajabar.com)










Komentar