TINTAJABAR.COM, PANGANDARAN –
Dalam upaya untuk mengaplikasikan pembelajaran Sejarah dan Biologi serta penilaian penguatan Karakter. SMA Baitul Hikmah menggelar study tour ke Pantai Pananjung Pangandaran. berangkat jam 6 dari Garut menuju Pangandaran dan sebanyak 43 siswa, 18 guru pembimbing menaiki Bus Pariwisata dan sampai sekitar pukul 13.00 langsung istirahat dan makan siang kemudian jalan kaki ke Cagar Alam untuk melakukan penelitian sejarah. dipandu oleh 4 orang pemandu. Ujar Hj. Neneng Erika Kepala SMA Baitul Hikmah melalui sambungan tilp. cellulernya.
Selanjutnya di jelaskan Hj. Neneng bahwa penelitian untuk kelas X meneliti flora, fauna dan ekosistem di Pangandaran. Kelas XI meneliti sejarah dan menerangkan sejarah berdirinya Cagar Alam Pangandaran. Ucapnya.
Kemudian menuju gua jepang yang dulunya tempat bangker jepang. setelah itu menuju ke Batu Kalde menerangkan riwayat kerajaan Galuh Pananjung yang dipimpin oleh ratu Rengganis. kerajaan yang subur makmur loh Jinawi. Imbuhnya.
“asal mula nama pangadaran diambil dari kata pangan makanan dan andar pendatang. karena waktu itu banyak pendatang yang mencari makanan. lalu menuju gua panggung, gua parat dan gua miring, gua rengganis serta diterangkan riwayat dari masing-masing masing gua.”. Cetusnya.
Kelas X dipandu oleh dua orang pemandu menuju Cagar Alam langsung penelitian flora fauna endemik dan non endemik ke pantai timur terus ke gua parat menuju gua Rengganis dan pasir putih untuk mengamati ekosistem pantai pangandaran sampai pukul 17.00 lalu sholat dan makan malam setelah itu langsung kerja kelompok kemudian melakukan presentasi hasil penelitian tersebut.
Di akhir acara dilanjutkan oleh hiburan sampai pukul 23.00 lalu istirahat malam dan paginya bermain di Pantai Pananjung setelah sholat duhur makan siang di Kampung turis. Ujarnya penuh semangat.
“Alhamdulillah siswa tertib dan sopan dalam melaksanakan study tour terbukti mereka dapat melaksanakan presentasi dengan aktif setiap waktu sholat berjamaah di masjid. mudah mudahan mereka bisa mengambil nilai-nilai moral dari perjuangan para penyebar agama islam di kerajaan Tanjung Galuh asal agama hindu jadi Agama islam yang disebarkan secara halus tanpa kekerasan. Ujarnya tegas.
“makanya buruan kepada lulusan SMP untuk daptar ke SMA Baitul Hikmah YBHM, Insyaalloh setiap pembelajaran, selalu menyenangkan karena kurikulum prototipe sebenarnya sudah lama diterapkan di SMA Baitul Hikmah dengan kerjasama antara 21 Guru Profesional dan mengajar sesuai dengan bidang masing-masing masing, mempunyai kompetensi kepribadian, sosial, Profersional. Imbuh Hj. Neneng Erika penuh kebanggaan.
“Visi SMA Baitul Hikmah adalah mewujudkan Siswa yang bertaqwa. menguasai iptek, berbudi pekerti luhur. Sedangkan jam berketerampilan sesuai dengan bakat dan minatnya serta ada 10 ekstrakulikuler, dimana tahun lalu SMA rasa SMK, sekarang mempunyai moto SMA rasa pesantren, Insya Alloh tahun depan akan dibuka untuk umum brourding school yaitu siswa yang jauh bisa mesantren sambil belajar. Ungkapnya.
Alhamdulilah sekarang di YBHM sudah ada 50 santri yang mau belajar di SMA dan SMP Baitul Hikmah”, Pungkasnya. (Red/AS)








Komentar