TINTAJABAR.COM, GARUT – Bertempat di aula SMAN 2 Garut, Kamis, 27/5/21 telah dilaksanakan rapat rutin bulanan untuk para kepala sekolah SMA Negeri/Swasta se-Kab. Garut.
Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh H. Drs. Aang Karyana, M.Pd selaku KCD WIL XI DISDIK Jawa Barat, H. Drs. Sumpena, M.M.Pd selaku Ketua MKKS SMA dan H. Drs. Asep Karna, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 2 Garut serta para Kepala Sekolah Negeri dan Swasta.
Sebelum acara dimulai dihibur dengan paduan suara dari putri-putri SMAN 2 Garut dengan menyanyikan lagu Mars SMAN 2 Garut, Kabogoh jauh dan Delman yang sambut tangan meriah dari para tamu undangan.
Dalam sambutannya H. Asep Karna mengucapkan permohonan maaf dan selamat hari idul fitri, semoga dengan kegiatan rutin ini dapat mempererat tali silaturahmi diantara kita, inilah yang bisa kami persembahan, semoga kita semua ada dalam kesehatan dan lindungan Allah SWT. Ungkapnya.
Sementara itu H. Sumpena selaku Ketua MKKS, Mengucapkan Terimakasih kepada SMAN 2 Garut yang telah menjadi tuan rumah, semoga kebaikan dibalas oleh Allah SWT. Paparnya.
Lebih lanjut Ketua MKKS menjelaskan tentang beberapa program yang harus segera di musyawarahkan bersama yaitu tentang PAT, PPDB, Lisensi Ijazah, PTM dan lain-lain seperti mengenai Sumbangan sukarela tanpa tekanan (Susu Tante) masih dibolehkan, sedangkan untuk PAT akan dilaksanakan mulai tgl 7 Juni 2021. Pungkasnya.
H. Drs. Aang Karyana, M.Pd selaku KCD WIL XI, mengharapkan agar pertemuan rutin MKKS-IKKS ini sebagai ajang silaturahmi antara KS Negeri dan Swasta serta sebagai sarana informasi kedinasan dalam upaya meningkatkan muttu pendidikan. Imbuhnya.
Selanjutnya di jelaskan pa KCD, Bahwa hasil Diskusi dengan pa Sekda tentang update Covid-19 dan untuk memupuk kedisiplinan di setiap sekolah agar melakukan apel pagi secara virtual setiap hari Senin. Ujarnya tegas.
Saya sering menerima informasi setiap Hari Senin banyak yang minta ijin, untuk itu dimohon kepada para Kepala Sekolah untuk harus hadir ke sekolah. Imbuhnya.
Sedangkan berkaitan dengan penyerderhaan birokrasi, dimana batas akhir tgl 30 Juni 2021, ada yang di kurangi dan juga yang di pertahankan, sementara keberadaan KCD hanya bersifat teknis operasional, untuk SDMnya ada di Disdik Jabar. Ungkapnya penuh diplomasi.
“Kami berharap agar guru honorer yang ada di negeri supaya bisa mengikuti tes ASN P3K.”. Ucapnya.
“Ada satu kebanggaan kami, alhamdulilah untuk silapis Kab. Garut cukup bagus/ yang terbaik, pengambilan ijazah tidak bisa di wakilkan, jadi kalau ada yang mau mengambil ijazah agar dipermudah dan jangan sampai ada penahanan. Paparnya penuh harap.
tentang Penyederhanaan Birokrasi, H. Aang mengatakan, “Ikuti saja mekanisme tentang rotasi mutasi, KCD hanya mengusulkan saja, tapi itu bisa diterima atau tidak, semua diserahkan kepada Disdik Jabar.”. Ujarnya.
Tentang Tatap Muka, berdasarkan SKB 4 menteri, kalau Pemda setempat mengijinkan silahkan, tapi perlu banyak hal yang harus di penuhi, gurunya harus di vaksin, harus persetujuan orang tua, dan prokes yang lainnya harus dipenuhi, dimana untuk Kab. Garut baru 43% guru yang sudah di vaksin, yang dengar kebanyakan untuk PTM berharap agar di mulai pada ajaran baru.”. Imbunya penuh bijaksana.
“Intinya kami tidak akan melarang bagi sekolah yang ingin melakukan tatap muka, tapi dimohon persyaratan prokesnya harus dipenuhi, karena kalau sampai terjadi, maka yang akan repot adalah pihak sekolah.”. Ucapnya.
“Untuk PPDB, bahwa apa yang ada di Pergub itu adalah juknis, Sekolah segera membuat SOP, Provinsi sedang membuat POS, terutama tentang jalur prestasi akademik, lebih cenderung kepada penghargaan kepada peserta yang berprestasi.”. Pungkasnya.
Diakhir sambutannya H. Aang Karyana, menjelaskan tentang Sekolah swasta yang belum punya ijin prinsip untuk tidak menerima siswa baru karena untuk tahun depan belum tentu kebijakannya seperti apa, jadi kalau belum ada ijinnya, kami khawatir nasib para siswa tidak bisa mengikuti Asisment Nasional. (AS/tintajabar.com)







Komentar