oleh

Bupati Ingin Museum Jadi Daya Tarik Sumedang

TINTAJABAR.COM, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk menjaga, melestarikan serta memajukan budaya Sumedang agar Sumedang bisa menjadi “Role Model” kebudayaan. Demikian dikatakan Bupati H Dony Ahmad Munir saat menggelar zoom meeting bersama Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Hilmar Farid, Ph.D, Rabu, (6/1/2021) di Gedung Negara.

Bupati Sumedang H. Doni Ahmad Munir

Kepada Dirjen Kebudayaan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Bupati menyampaikan kalau Pemkab Sumedang sangat mendukung kemajuan  dan pembangan kebudayaan di Kabupaten Sumedang. “Kebudayaan di Sumedang bisa maju dengan adanya rekontruksi budaya, revitalisasi dan reaktualisasi sebagai daya ungkit pembangunan di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Untuk itulah, terang bupati, semua pihak harus melestarikan nilai lama yang baik dan menggali budaya baru yang lebih baik. Pemkab Sumedang selain merevitalisasi Museum Prabu Geusan Ulun sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan, juga akan tetap mempertahankan peninggalan sejarah kebudayaan berupa Gamelan Sari Oneng untuk tetap berada di Museum Prabu Geusan Ulun sebagai warisan budaya Sumedang. “Dengan adanya Gamelan Sarioneng Parakan Salak kami memiliki keyakinan gamelan ini akan menjadi warisan bangsa yang mendunia,” kata bupati.

Sementara itu untuk rencana tahun 2021 pihaknya akan membuat Pusat Budaya Sumedang sebagai sarana untuk memajukan budaya di Sumedang. “Kami sudah memiliki Geo Theater di Kecamatan Rancakalong untuk menampilkan pertujukan seni budaya. Tahun 2021 kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait dengan pembangunan Pusat Kebudayaan Jawa Barat di Jatinangor yang rencananya menampilkan berbagai kebudayaan di Jawa Barat,” katanya.

Dirjen kebudayaan Hilmar Fahrid menyebutkan, harus ada pertemuan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal tersebut. “Kami menyambut baik itikad baik bupati dalam melestarikan budaya. Berkaitan dengan Gamelan Sari Oneng, harus dibicarakan secara khusus untuk berdiskusi. Tapi yang penting bagaimana cara merawat memelihara, memanfaatkan dan mengembangkan sesuai komitmen bersama,” ujarnya.

Hilmar Fahrid dalam waku dekat dirinya akan berkunjung ke Kabupaten Sumedang untuk meninjau sarana prasarana kebudayaan di Kabupaten Sumedang.

Komentar

Tinggalkan Balasan