TINTAJABAR COM, GARUT – Kampung Ukir Kayu Brujul Cimuncang, menghasilkan karya Ukir Kayu dari limbah akar pohon, berkarya untuk nama kampung dan nama Garut Kota, “Kami mempunyai kelompok bernama Saung Ukir, kelompok kami beranggota 8 orang yang diketuai oleh saya sendiri (Fadil), Sekretaris Noer Sholeh, Bendahara Asep Rusmana, Penasehat Uztad Sarifudin Hambali, dan anggota, sudah berjalan selama 3 tahun, bertempat di Kampung Cimuncang RW 08, Kelurahan Cimuncang Kabupaten Garut”, Jelas Fadil.
Awalnya Fadil menemukan limbah kayu dipinggir kali, lalu diolah dan ternyata bisa, kebetulan kami ini orang seniman, bikin lukisan dari ampas kopi, dari serpihan kaca, pasir pokoknya limbah apa saja tidak akan terbuang buat orang seniman akan menghasilkan karya yang menakjubkan dan menjadi inovasi-inovasi baru.
Suatu saat datang seorang teman dan memperkenal saya( Fadil) kepada Bpk Kuntoro dinas di PUPR Kabid PUPR, “Alhamdulillah beliau memberi bantuan alat-alat ukir, tetapi setelah sekitar 2 tahun ada dua buah meja ukir dengan motif khas garut, yang rencananya untuk Bpk Bupati dan Wabup Garut untuk di pendopo, hingga sekarang belum terlaksana karena terbentur biaya finishing”, katanya
Fadil yang bernama lengkap Muhammad Fadillah, pria kelahiran Banjarmasin, suku Dayak, usia 56 tahun ini adalah seorang seniman ukir kayu, dia mengakui bahwa dirinya bisa membuat berbagai jenis karya ukiran dari kay seperti papan nama, kebanyakan membuat proses motif naga, asbak, hiasan dinding atau ukiran tempel dinding, jadi apapun motif itu kita buat untuk menjadi imajinasi kita, ukiran kami mengikuti tekstur kayu bisa bolak-balik ful ukiran semua, yang sudah pernah membeli dan memesan karya seni kami seperti papan nama adalah Bpk Edi Kuntoro, Kapolsek Garut Kota dan lain-lainnya.
Fadil berniat ingin mengembangkan usaha karya seninya ini bisa menyebar, meluas dan terdengar keseluruh tanah air, terutama untuk mengharumkan nama Garut lewat karya seni ukir kayu dan karya-karya lainnya dengan berharap
,”Adanya perhatian, berupa bantuan dari Dinas PUPR dan Pemerintah Kabupaten Garut untuk bantuan alat-alat ukir kepada kami, karena kami mengerjakaan ukir kayu ini dengan alat sederhana seadanya, peralatan kami masih kurang dan kami masih banyak membutuhkan alat-alat pelengkap lainnya”, tutur Fadil
(Frisca/tintajabar.com)








Komentar