oleh

Lomba Vlog Parlemen Di Kabupaten Tasikmalaya Menuai Ketidakpuasan Peserta

TINTAJABAR.COM, KAB. TASIKMALAYA – Banyak respon tak sedap, adanya ketidakpuasan salah satu peserta ketika menggikuti Lomba Vlog Parlemen.

Salah satunya, Vera Shopia angkat bicara, dikarenakan dirinya tidak puas bersama timnya atas penilaian Juara Pertama. Diduga banyaknya kejanggalan dalam penilaian tersebut.

Hal ini dikarenakan banyak yang merasa dikecewakan. Lalu, dari salah satu peserta Lomba Vlog itu, yang menemukan bukti dugaan ketidak Profesionalan Panitia dalam menentukan Kejuaran.

“Kita sudah berusaha membuktikan adanya dugaan ketidak orsinilan karya Juara Pertama dan disampaikan ke panitia langsung pada Tanggal 11 Agustus 2021 di Gedung Paripurna. semua yang juara sepakat tidak menerima hadiah pada saat itu.”Ucap Vera Shopia, saat dihubungi tintajabar.com, Jum’at (13/8/2021).

Pihaknya juga telah memberi waktu terhadap panitia sampai tanggal 16 Agustus 2021.

“Tapi, pada hari ini ternyata pihak panitia mengumumkan keputusan tidak bisa berubah. Mereka mengelak dengan alasan ketidakorsinilan yang mereka patuti. bukan secara pengertian KBBI, tapi mereka mempunyai makna ketidak orsinilan versi pribadi sebagai panitia penyelenggara.”terangnya.

Secara selera juga mereka menjelaskan bahwa ini sesuai selera Juri dan tentunya tidak bisa disamaratakan dengan selera masyarakat luas.

Padahal, dalam menentukan aturan dan selera seharusnya tidak terlalu jauh dengan selera masyarakat. Karena perlombaan ini sangat besar dan mengatasnamakan institusi Parlemen mengabdi bukan Pribadi.

“Kami menyatakan sikap bukan karena nominal tapi ingin menegakan kejujuran dan keadilan di daerah Kabupaten Tasikmalaya yang kami cintai.”imbuhnya.

Vera juga menambahkan, jikalau, apa boleh buat, seharusnya bisa menghadirkan orang yang lebih kompeten dan lebih profesional dalam Lomba Vlog tersebut.

“Ya, supaya bisa menambah edukasi ke masyarakat dan kita tinjau bersama kelayakannya. Hidup Rakyat ! Hidup anak muda Tasikmalaya!.”Paparnya.

Berbeda halnya, dengan Ketua Ormas Brigez Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Jaenudin, ia sangat menyayangkan ketika disinyalir adanya permainan Juri pada lomba Vlog Parlemen.

“Saya harapkan juri netralitasnya itu harus benar-benar, terlebih ini untuk kemajuan anak bangsa khususnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya. jangan sampai saya berasumsi ada permainan kepentingan politik dalam perlombaan ini untuk memenangkan salah satu calon karena ada atensi dari orang berpengaruh.”Pungkasnya. (RZ/tintajabar.com)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar