TINTAJABAR.COM, KOTA BANDUNG – Sebanyak 109 bendera negara Asia dan Afrika dan satu bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berkibar di kawasan Gedung Merdeka. Pengibaran bendera-bendera pada Senin (18/4) tersebut sebagai penanda dimulainya rangkaian peringatan 67 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA).
Kepala Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA), Dahlia Kusuma Dewi menyatakan akan ada 8 rangkaian acara di bulan April hingga Juni 2022 dalam memperingati KAA. Mulai pengibaran dan penurunan bendera negara Asia-Arika, jamuan teh petang bersama saksi sejarah KAA di hari penurunan bendera 24 April 2022.
Kemudian peluncuran perangko peringatan KAA. Lalu di bulan Mei ada gelaran Asia African Friendship Day: International Students Gathering, donor darah dan Hari Museum Internasional. Sedangkan bulan Juni, akan ada peluncuran komik dan maskot KAA, konser MKAA, dan Bandung Historical Study Games.
“Kami akan bekerjasama dengan Pemkot Bandung. Tentu penyelenggaraan acaranya menyesuaikan dengan kondisi sekarang yang masih pandemi,” imbuhnya.
Tahun ini, semangat yang digaungkan adalah pemulihan bersama pascaCovid-19 hingga perdamaian. Pengibaran bendera dilakukan oleh anggota pramuka.
Teguh Wardoyo, Diplomat Ahli Utama Kementerian Luar Negeri Indonesia menjelaskan, pelajaran solidaritas dan nilai sejarah dari penyelenggaraan KAA mesti terus dijaga. “Ini nilai sejarah yang harus dijaga dan tetap dipelihara. Harus didorong untuk mencapai cita-cita bangsa Asia Afrika menuju ‘Asia Baru’ dan ‘Afrika Baru’, yang bebas dari berbagai belenggu kesakitan, khususnya penjajahan yang membayangi,” paparnya.
“Bangsa Asia dan Afrika harus bisa menuju kepada financial freedom, kemakmuran di seluruh lini kehidupan,” katanya.
Sementara, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruhzanul Ulum menyebut Dasasila Bandung sebagai poin penting yang masih relevan dan harus dilaksanakan hingga saat ini. Semua muatan terkait solidaritas hingga perdamaian yang tertuang di dalamnya masih sangat dibutuhkan
“Kami yakin Dasasila Bandung dari poin 1 sampai 10 masih relevan sampai saat ini dan masih dibutuhkan oleh bangsa-bangsa di dunia,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari menyiapkan sejumlah rangkaian acara untuk menebarkan pesan-pesan yang terkandung dalam semangat Asia-Afrika. Ia menilai tema perayaan KAA ini sebagai momentum perdamaian dunia.
(Red/TJc)










Komentar