oleh

25 Peserta Magang ke Jepang Siap Akan Dilepas Bupati Sumedang 13 April Ini

TINTAJABAR.COM, SUMEDANG – Sebanyak 25 orang peserta Program Pelatihan Magang ke Jepang dilepas keberangkatannya oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Senin sore (4/4/2022). Para peserta pelatihan kerja kerja tersebut sebelumnya dididik dan dilatih selama kurang lebih empat bulan di LPK Global Mandiri Indonesia (GMI) dan LPK Mirai Nusantara Jatinangor bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang.

Bupati Dony merasa bersyukur karena rencana yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 tersebut akhirnya bisa segera direalisasikan. “Setelah menjalani pendidikan dan seleksi serta menunggu pemberangkatan yang semuanya hampir memakan waktu 1,5 tahun per hari ini, alhamdulillah yang 25 orang ini tanggal 13 April ke Jepang,” ujarnya.

Bupati menambahkan, 25 orang tersebut meliputi 15 siswa dari LPK GMI dan 10 siswa dari LPK Mirai Nusantara dimana semuanya akan magang di Jepang selama 3 tahun. “Setahap demi setahap terus kita kirimkan. Jadi totalnya 100 orang hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan LPK dan diberangkatkan ke Jepang,” katanya.

Dikatakan Bupati, program tersebut akan terus diupayakan untuk membantu masyarakat Sumedang yang ingin bekerja dengan punya keahlian di luar negeri tetapi tidak punya biaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. “Karena memang agak ketat juga syarat-syarat bekerja di Jepang. Di samping bahasa, sikap, keterampilan dan lainnya harus dimiliki para calon tenaga kerja ke Jepang,” kata bupati

Lebih lanjut, terang bupati, LPK di Sumedang yang jumlahnya sekitar delapan tersebut siap melakukan pelatihan dengan menyiapkan pelatih-pelatih yang handal. “Insya Allah, kami terdepan untuk memperhatikan warganya yang ingin berangkat ke Jepang dengan memiliki keahlian. Dengan penghasilan yang cukup tinggi, nanti akan meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya,” ujar bupati.

Bupati berpesan kepada para peserta magang ke Jepang agar selama di sana menjaga nama baik dengan bekerja sebaik-baiknya. “Perlihatkan etos kerja orang Sumedang yang tinggi, cakap dan semangat. Jaga nama baik diri, keluarga, lembaga, Sumedang dan Indonesia,” katanya.

Dikatakannya, kalau bisa menjaga nama baik dan semangat kerjanya bagus, pasti orang Sumedang akan dicari-cari ke depannya. “Pasti akan dicari, mana orang Sumedang yang ramah-ramah, baik, bekerja dengan etos kerja yang cukup tinggi. Jadi tunjukkan etos kerja yang tinggi dalam bekerja dan keramahan serta sikap mental yang baik,” kata Bupati Dony.

Bupati menerangkan, para peserta magang ke Jepang tersebut akan bekerja di sektor pertanian, konstruksi, permesinan dan pengolahan makanan. “Jadi ke sana bukan tenaga kerja kasar tapi sudah terlatih di bidang konstruksi, pertanian, permesinan dan pengolahan makanan. Saya minta yang berangkat agar mengambil ilmu-ilmu dari sana, nanti diterapkan di Sumedang ketika sudah balik lagi ke Sumedang,” katanya.

Direktur LPK Global Mandiri Indonesia Deden Indra Gunawan mengatakan, uang saku yang akan didapat nanti oleh para peserta magang di Jepang cukup menjajikan. “Para peserta kira-kira akan mendapatkan uang saku 120 ribu Yen per bulan atau sekitar Rp 13 Juta sampai Rp 15 juta bersih di luar lembur. Mereka dipastikan dapat mentransfer ke keluarganya di Indonesia sekitar Rp 10 juta,” katanya.

Ia menambahkan, selesai program magang 3 tahun akan ada lagi program Sango sekitar 2 tahunan, jadi total 5 tahunan di sana. “Insya Allah sekitar 100 orang semuanya berangkat tahun ini melalui program yang dicanangkan bupati. Ke depannya tahun depan bisa jadi 300 orang karena banyaknya permintaan pekerja dari Sumedang,” katanya.

(Red)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar