oleh

Moeldoko: Waspada dan Hati-hati, NII Sudah Ada di Tengah-tengah Kita

TINTAJABAR.COM, JAKARTA – Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, angkat bicara mengenai ditemukannya sejumlah bukti kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII) yang berencana untuk melengserkan Pemerintahan sebelum pemilu 2024. Menurutnya, NII sudah sejak tahun 1947 di bawah pimpinan Kartosoewirjo.

Sejak kemunculannya, NII juga kerap terlibat dibalik sejumlah aksi teror seperti Bom Bali, bom di kedutaan besar Amerika Serikat dan bom buku pada tahun 2011. Moeldoko juga melihat sejak kemunculannya itu NII kerap mengubah pola dan strategi pergerakannya.

“Dulu strateginya mereka menguasai wilayah. Kartosoewirjo Jawa Barat. Kahar Muzakkar sebagian di Sulawesi Selatan. Karena dia strateginya penguasaan wilayah maka mudah dilumpuhkan. daerahnya mudah direbut. pengikutnya mudah diberesin. itu sebuah pengalaman bagi mereka,” kata Moeldoko, dalam konferensi persnya, Jumat, 22 April 2022

Menurut Moeldoko kini pergerakan NII telah berubah. “Sekarang gerakan yang dia kembangkan adalah perebutan heart and mind. Ini jauh lebih dahsyat,” kata Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, mengapa pergerakan NII kini menjadi lebih berbahaya. Jika sebelumnya pergerakan senjata NII mudah dikenali, pelakunya mudah ditangkap, dan mudah diselesaikan tapi tidak dengan pergerakan yang sekarang ini.

Moeldoko menyebut saat ini pemikiran yang dibawa NII sudah masuk melalui ASN, aparat keamanan, mahasiswa, berbagai institusi dan termasuk pengusaha.

“Siapa yang menjadi unsur-unsur yang terpengaruh? melalui ASN, melalui aparat keamanan, melalui mahasiswa, melalui berbagai institusi dan termasuk pengusaha dan lebih dahsyat lagi, dia bergerak dengan cara menyembunyikan diri, taqiyyah,” kata Moeldoko

“Dia kamuflase agar tidak dikenali dari awal sehingga dia memiliki keleluasaan untuk memengaruhi orang lain. hati-hati, ada di tengah-tengah kita,” tambahnya.

“Begitu pergerakan itu melakukan pendekatan dengan perebutan hati dan pikiran, melalui baiat, melalui doktrin-doktrin, itu cukup sulit untuk diatasi dan jangan salah, itu sudah berada di tengah-tengah kita,” ujar Moeldoko.
(Istimewa)

banner 300250banner 300250banner 300250banner 300250

Komentar