TINTAJABAR.COM, GARUT – Salah satu program yang digulirkan oleh Kemendikbud adalah program “Pelajar Pancasila”. Program ini bertujuan untuk mewujudkan pelajar Indonesia yang berkepribadian Pancasila dan mampu melaksanakan Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
Pancasila menjadi cermin kepribadian dan jati diri setiap generasi muda. , yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan.
Karakter siswa saat ini mendapat sorotan tajam seiring dengan serangan budaya luar di era digital. Terjadi pergeseran-pergeseran nilai yang sangat cepat bahkan dapat menyebabkan terjadinya degradasi nilai. Banyak sekali informasi dan tontonan negatif yang sangat mudah diakses oleh siswa yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku, diantaranya pergaulan bebas, pornografi, ujaran kebencian, SARA, kekerasan, permainan game online yang banyak menyita waktu, dan masih banyak lagi perilaku yang meresahkan sehingga harus segera diatasi dengan cara yang tepat.

“Salah satu praktik baik yang dapat dilakukan dalam penguatan karakter adalah penanaman nilai-nilai kearifan lokal baik dalam kesenian tradisional, kuliner tradisional, dan wisata lokal. Khususnya daerah Malangbong yang mana terdapat banyak sekali nilai-nilai kearifan lokal yang masih dipegang dan diintegrasikan dalam kesehariannya”, ungkap Kepala Sekolah SMAN 9 Garut Kecamatan Malangbong DRS. H Gunawan M.SI
“Siswa kreatif adalah pelajar/siswa bisa menciptakan hal baru, berinovasi secara mandiri, dan mempunyai rasa cinta terhadap kesenian dan budaya. Contohnya menciptakan kreasi permainan tradisisonal baru, contohnya di SMAN 9 Malangbong ini adalah melaksanakan salat berjamaah, mengerjakan tugas di luar sekolah tepat waktu dan sebagainya”, Ujar Kepala Sekolah
Hal ini sesuai dalam pembelajaran PPKN agar siswa mempunyai karakter beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
Dalam Kebhinnekaan diharapkan siswa mencintai keberagaman budaya, agama dan ras sekaligus menegaskan sebagai warga negara, bergaul dengan teman tanpa membeda SARA.
(Agss/TJc)










Komentar