TINTAJABAR.COM, ACEH – Imigran Rohingya yang terdampar di Desa Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh diusir warga setempat karena tidak terima ditegur oleh warga.
Kepala Desa Alue Buya Pasie, Muslem menyebutkan, peristiwa itu berawal saat warga melarang tiga pengungsi Rohingya untuk kabur dari lokasi pengungsian. Namun mereka yang ditegur justru memprovokasi rekannya untuk pergi dari lokasi pengungsian.
“Sebabnya warga menegur mereka yang mencoba kabur. Tapi mereka gak terima dengan teguran itu dan mengajak seluruh rekannya untuk pergi dari pengungsian,” kata Muslem saat dikonfirmasi, Senin, 21 Maret 2022.
Menurutnya selama ini warga Desa Alue Buya tidak pernah bermasalah dengan pengungsi tersebut, warga, kata dia selalu memberikan bantuan makanan ke Rohingya.
Hanya saja, sikap pengungsi Rohingya tersebut tidak terkendali karena sering berupaya ingin melarikan diri dari tempat pengungsian. Warga pun sudah berulang kali menegur agar mereka tidak kabur.
“Padahal kita sudah bantu mereka, malah sikap mereka seperti ini. Jadi warga sudah terlanjur emosi,” katanya.
Saat ini 114 Rohingya tersebut sudah diamankan ke aula Kantor Camat Jangka Bireuen setelah aparat TNI-Polri mengevakuasi mereka ke tempat yang aman.
114 pengungsi Rohingya itu awalnya mendarat di pesisir pantai Desa Alue Buya Pasie pada 6 Maret 2022 lalu. Mereka langsung mendarat tanpa sepengetahuan aparat dan warga sekitar.
(Istimewa)









Komentar