oleh

DPP FAGAR Berharap Segera Ketemu Kadisdik Garut untuk Bahas Nasib Guru Honorer

TINTAJABAR.COM, GARUT – Pasca di lantiknya Ade Manadin sebagai Kadisdik Garut, pada awal-awalnya cukup baik dan sangat komunikatif, tetapi sekarang-sekarang ini malah sangat susah untuk bisa ketemu dengan Kadisdik Garut, sampai-sampai harus menunggu 2 jam untuk bisa ketemu dengannya, itu juga tidak berlangsung lama cukup bilang sibuk mau ada kegiatan di Garut Kota.” Demikian disampaikan oleh Ma’mol Alfaqih Waketum DPP FAGAR melalui sambungan cellulernya, Rabu, 23/03/2022

Selanjutnya di tuturkan Mas Ma’mol kenapa kami harus bertemu dan ngobrol bareng sama Kadisdik karena banyak hal yang harus di musyawarahkan menyangkut nasib para guru honorer yang pada tahun 2022 tidak masuk Kouta, kita boleh berbangga dan berterima kasih kepada Bupati dan DPRD Garut yang telah menaikan insentif dari Rp. 200.000 menjadi Rp. 300.000/bulannya. Ungkapnya.

“Tapi dibalik kenaikan tersebut kami malah bersedih karena ada ribuan orang malah menjadi tidak dapat insentif lagi, padahal tahun sebelumnya mereka mendapatkan bantuan insentif tersebut. Ada apa dengan ini semuanya ….? Cetusnya penuh kecewa.

Diakhir pembicaraan Waketum DPP FAGAR Garut memberikan deadlen waktu kalau sampai pada awal pekan bulan Mei belum ada solusinya, mohon maaf jika kami bersama anggota FAGAR se-Kab. Garut akan menggelar buka puasa bersama di Kantor Kadisdik Garut.”. Ujarnya tegas.

“Terus terang kami merasa kehilangan induk, biasanya ketika ada permasalahan kami selalu di bantu oleh Bapak Kadisdik dan Ketua PGRI Garut, perlu kami sampaikan bahwa untuk tahun 2022 anggota yang akan menerima kenaikan insentif sekitar di atas 5000 orang, sedangkan anggota yang biasa menerima insentif ada 7000 orang, maka harus secepatnya dicarikan solusinya, “pa Kadisdik pernah bercerita tentang awal mulanya menjadi seorang guru honorer dan mendapatkan gaji nya dengan beras dan hanya puluhan ribu rupiah dan sekarang orang tersebut sudah menjadi nakhoda di Dinas Pendidikan Garut, jangan ada tangisan lagi di sudut sana,” cetus mas Ma’mol menirukan ucapan Kadisdik.

“Sekarang bukan hanya satu orang yang menangis tapi ribuan orang yang akan menangis karena tidak masuk kouta insentif, makanya harus segera di carikan solusinya, belum lagi nasib para guru honorer yang ada di swasta mereka juga harus mendapatkan hak yang sama karena sama-sama telah ikutserta mencerdaskan anak bangsa yang harus sama-sama mendapatkan bantuan insentif tersebut.”. Pungkasnya.

(Red/AS)

banner 300250 banner 300250 banner 300250 banner 300250

Komentar