TINTAJABAR.COM, GARUT – Bertempat di Gedung Rektorat IPI Garut, telah di laksanakan Pelatihan Bela Negara yang di ikuti oleh para guru, mahasiswa dan para siswa SMK se-Kab. Garut.
Acara tersebut mengambil tema Pengabdian kepada masyarakat melalui Pengembangan Model Pentaholix Bela Negara bagi Guru PPKn, Mahasiswa dan Siswa SMK di Kabupaten, pada hari Sabtu, 24 September 2022.
Ketua Panita pelaksana menjelaskan bahwa Bela Negara menjadi tanggung jawab setiap warga negara, maka harus segera di tanamkan sejak dini agar para generasi muda bisa mencintai negaranya sendiri. Ujarnya penuh semangat.
Ade Manadin selaku Kadisdik Garut dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menampilkan kreativitas anak-anak walaupun dalam keadaan tidak sempurna tapi mereka memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa sehingga bisa membawa harum nama Garut di tingkat Provinsi dan Nasional. Ucapnya.
“Jangan tangisi orang tua setelah meninggal tapi menangislah sekarang jika belum berbakti kepada orang tua mungpung mereka masih hidup, Negara Indonesia masih kekurangan orang yang jujur, sekarang banyak orang pintar tapi tidak jujur, sehingga banyak proyek yang tidak tuntas, maka saya berharap yang mengikuti pelatihan bela negara mau menjungjungtinggi kejujuran diatas segala-galanya. Tegasnya.
Sambutan Rektor IPI Garut di sampaikan oleh DR. Endang, Beliau menuturkan bahwa program ini merupakan hasil kerjasama antara IPI dengan UPI dalam Pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan Model Pentaholixe Bela Negara yang bersifat terbuka, maka kita harus memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan bangsa dengan pendekatan yang komprehensif. Ungkapnya penuh diplomasi.
Prof. DR. Dadang Sunendar selaku Ketua LPPM UPI menegaskan bahwa Bela Negara harus terus di gelorakan oleh para akademisi untuk bersama-sama merasa memiliki atas tanah airnya dari berbagai elemen yang ada.”. Ucapnya singkat dan padat.
Dalam penyampaian Makalahnya, Prof. DR. Cecep Darmawan menjelaskan tentang nilai dasar Bela Negara bukan hanya pada ranah kemiliteran atau menjadi tanggung jawab tentara saja tapi Bela Negara menjadi suatu kewajiban bagi setiap warga negara untuk bisa menjaga keselamatan dan kelangsungan hidup NKRI dari berbagai ancaman, hambatan dan tantangan. Tegasnya.
Semua yang bertentangan dengan Pancasila itu merupakan bagian dari ancaman negara seperti jumlah penduduk, letak geografi, bidang ideologi dan ancaman di bidang politik hukum sosial ekonomi, budaya pertahanan dan keamanan. Tegasnya.
“Bentuk Bela Negara itu banyak macam dan penafsirannya maka perlu pendalaman materi Bela Negara yang meliputi Cinta Tanah Air, Sadar akan hak dan kewajiban, Setia pada Pancasila, Rela Berkorban dan bertanggung jawab serta Kemampuan Awal untuk Bela Negara sesuai kafasitas dan keahliannya masing-masing.”. Pungkasnya.
(AS/TJc)










Komentar