Jika Persaudaraan Tidak Pernah Rukun
Penulis Oleh : Frisca Bunga Kopi tintajabar.com
TINTAJABAR.COM, KOTA BANDUNG – Orang tua sering di pusingkan dengan sikap anak-anak dirumah, perseteruan antara si kakak dan adik adalah persoalannya. Karena berbagai karakter dan sifat anak-anaknya yang berbeda, hingga hampir setiap hari energi orang tua akan terkuras untuk menengahi anak-anaknya. Terkadang kakak merasa orang tua lebih membela adik atau sebaliknya adik merasa orang tua bersikap tidak adil. Disinilah orang tua harus benar-benar peka dan memahami karakter anak dengan bijak.
Walau anak-anaknya telah pada dewasa kakak-adik bisa saja bertengkar karena omongan dan karena aduan si kakak atau si adik, mungkin si adik yang paling disayang ngadu kepada orang tuanya dan menyalahkan si kakak, agar orang tuanya membela dan memperhatikannya, ini memang sudah jadi pemandangan para orangtua, nggak berantem sehari saja, seperti ada yang kurang buat mereka.
Pertengkaran kakak dan adik terjadi karena penerapan komunikasi di rumah yang kurang baik, jadi menjauhkan anak-anak dari konflik bukanlah tindakan tepat, sebab dari konfliklah kita akan mengetahui keragaman sifat anak-anak dan sebagai orang tua harus mampu bersikap adil tidak membela si adik yang mengadu ataupun sebaliknya, karena mereka semua anak-anaknya.
Adanya konflik antar kakak-adik atau pertengkaran antar saudara di picu karena salah satu dari kakak atau si adik yang ingin mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Dengan menjadi korban dari si kakak atau adik memungkinkan anak mendapat perhatian khusus dari orang tua (ingin lebih paling disayang).
Ada tips-tips khusus yang dapat orang tua lakukan untuk mengatasi,
diantaranya :
1. Orang tua harus kuat meredam marah
Berpikirlah dengan kepala dingin dalam menghadapi pertengkaran kakak dan adik ini. Tahan emosi yang berlebih pada salah satu anak karena akan membuat salah satu anak cemburu sosial, bersikap adil dan tidak memihak kepada salah satu, jika pertengkaran kecil, tidak akan berlangsung lama dan akan kembali akrab dalam hitungan menit saja.
2. Jangan membela salah satu dari mereka
3. Sediakan waktu untuk membahasnya
4. Bernegosiasi mengajaknya berdamai
Orang tua sangat berperan dalam hal pertengkaran anak-anak, harus dapat berperan sebagai penengah.
Sebagai orang tua harus tanggap, bertindak dan menjelaskan kepada mereka bahwa sebagai kakak dan adik harus saling berbagi, mengasihi menyayangi dan bahu-membahu, bukan menyudutkan salah satu anaknya, berdiskusi dengan anak-anak, bagaimana memahami perbedaan karakter anak-anak sehingga pendekatan yang dilakukan orang tua dapat sesuai dengan karakter masing-masing. Orang tua harus memberi contoh yang baik dan bisa menjadi panutan utk anak-anak, dengan tidak menyalahkan salah satu anaknya, perbanyak juga kegiatan dan pertemuan yang melibatkan kerjasama antar anggota keluarga sehingga anak terbiasa berbagi, tolong-menolong dan saling menghargai satu sama lain.
Salam Bahagia,
Bandung, 13 Mei 2022
(Red/TJc)










Komentar