TINTAJABAR.COM, SUMEDANG – Milangkala Kecamatan Wado dimeriahkan dengan berbagai kesenian, seperti Kuda Renggong, Angklung Buncis, Gondang Tutunggulan, Pencak silat dan Tari Tradisional. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menghadiri Milangkala ke-75 Kecamatan Wado bertempat di Alun alun Kecamatan Wado, Rabu, (24/7/2022). Selain berbagai kesenian, milangkala dirangkaikan dengan penghargaan santunan lansia dan yatim piatu setiap saat hadiah di berbagai perlombaan.

Camat Wado Sutisna menyampaikan, Milangkala Kecamatan Wado kali ini dilaksanakan selama satu minggu, mulai dari tanggal 21 sampai tanggal 26 yang dimeriahkan berbagai hiburan dan perlombaan. “Kurang lebih satu minggu, dimulai hari Minggu dengan menampilkan berbagai kesenian dan perlombaan sampai nanti malam sabtu ditutup dengan pagelaran wayang golek Giriharja III,” jelasnya.
Dikatakan Sutisna, anggaran kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kerjasama seluruh komponen masyarakat Wado mulai dari kepala desa, tokoh masyarakat dan warganya di sepuluh desa. “Alhamdulillah, dengan kekeluargaan kami bisa melaksanakan Milangkala. Ini tidak kecil, sekitar 250 juta. Mulai tablig akbar, olahraga dan wayang golek. Semuanya berkat koordinasi, kerjasama dan kolaborasi dari tokoh masyarakat, kepala desa dan warga di sepuluh desa,”ungkapnya.
Bupati H. Dony Ahmad Munir menyampaikan, Kecamatan Wado yang saat ini berusia 75 tahun merupakan salah satu bagian yang memegang peranan penting dalam mewujudkan visi misi Pemerintah Kabupaten Sumedang yaitu Sumedang Simpati. Untuk itu, peringatan Milangkala ke 75 Kecamatan Wado diharapkan dapat menjadi sebuah momentum refleksi, evaluasi dan reposisi peran untuk mendorong masyarakat dalam mempercepat pembangunan lebih Ngabret. “Milangkala ini menjadi momentum reflreksi sekaligus evaluasi bagi kita. Kurangnya perbaiki kita dan yang baik pertahankan. Wado harus lebih ngabret,” ujarnya.
Dikatakan bupati, nilai-nilai sosial berupa kegotongroyongan, guyub, dan kekompakan antara masyarakat dengan pemerintah merupakan modal sosial yang menjadi instrumen penting dalam percepatan pembangunan daerah. Kaitan hal, ia pun berpesan kepada warga masyarakat setempat, untuk selalu menjaga nilai-nilai tersebut dalam kegiatan melaksanakan infrastruktur maupun sarana dan prasarana guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sumedang maju apabila Wado maju. Wado maju apabila desanya maju. Rerengongan, bersama-sama, guyub dan kompak membangun Sumedang. Jadikan warga Wado sebagai bagian solusi tengah tengah masyarakat bukan masalah,” katanya.
(Frisca/TJc)









Komentar