TINTAJABAR.COM, KOTA BANDUNG – STIKes Budi Luhur Cimahi belum lama ini (26-28/8/22) telah menyelenggarakan workshop Objective Strutured Clinical Examination (OSCE) selama tiga (3).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen baik prodi keperawatan, kebidanan dan profesi ners yang diketuai oleh Ns. Rahayu Savitri, M.Kep serta dibuka secara langsung oleh Ketua STIKes Budi Luhur, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D.
Selanjutnya Ns Rahayu Savitri, M.Kep menjelaskan Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini antara lain untuk mengetahui tentang penyelenggaraan OSCE sesuai standar nasional, menjadi pedoman bagi institusi dalam menyelenggarakan uji kompetensi metode OSCE, acuan bagi institusi dalam mempersiapkan sarana dan prasarana serta satuan biaya yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan uji kompetensi metode OSCE. Ujarnya.
“OSCE adalah suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif dan
terstruktur dalam bentuk rotasi station dengan alokasi waktu tertentu. Objektif karena semua mahasiswa diuji dengan ujian yang sama. Terstruktur karena yang diuji keterampilan klinik tertentu dengan menggunakan lembar penilaian yang spesifik. Setiap station dibuat seperti kondisi klinik yang mendekati situasi nyata. Lamanya waktu untuk masing-masing station sudah ditentukan.

Selama ujian peserta akan melalui beberapa station yang berurutan. Setiap station terdapat tugas atau soal yang harus dijawab atau didemonstrasikan, dan dinilai oleh penguji disetiap station. Peserta diuji kemampuannya dalam menginterpretasi data atau materi klinik serta menjawab pertanyaan dan menyampaikannya secara lisan kepada penguji.
Penilaian OSCE berdasarkan keputusan yang sifatnya menyeluruh dari berbagai komponen kompetensi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga (3) hari ini dimulai dengan pre test di hari pertama. Seluruh peserta mengikuti pre test dalam bentuk quiz. Soalnya berjumlah sepuluh (10) dengan waktu 5 menit.
Selanjutnya pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber yang sudah mumpuni dan kompeten di bidangnya yaitu Moh. Afandi, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D(C) terkait sejarah OSCE, panduan tentang cara menentukan subjek mata kuliah berdasarkan KMK, kompetensi, model pembelajaran, apa saja yang nantinya akan dijadikan praktek laboratorium, cara membuat dan menentukan soal serta menghitung hasil skor pada rubik OSCE.
Simulasi pelaksanaan OSCE di hari kedua dilakukan oleh dosen-dosen prodi Pendidikan NERS dan D3 keperawatan, sedangkan hari ketiga simulasi oleh dosen-dosen prodi kebidanan. Simulasi dilakukan mulai dari persiapan peserta, penguji utama, peran ketua OSCE pusat, penguji pusat dan pelatih peserta terstandar. Peserta, pasien dan penguji diberikan penjelasan sehari sebelum pelaksanaan uji OSCE, pada saat hari ujian peserta dan penguji sudah siap termasuk yang memerankan pasien. Dalam penilaiannya kasus terdiri dari 9 kasus berbeda yang mencakup KMB, Gadar, keperawatan anak, jiwa, dan keperawatan komuitas.
Sedangkan untuk kebidanan sesuai dengan kompetensinya, setiap peserta duduk di masing-masing station dan bila tanda bel berbunyi peserta dipersilahkan untuk membaca soal selama 1-2 menit. Setelah itu masing-masing peserta masuk ke dalam stationnya dan melakukan tindakan sesuai instruksi yang ada di soal. Penguji utama melakukan penilaian dan menghitung skor rubik. Lama ujian OSCE kurang lebih 5-20 menit. Apabila waktu habis maka peserta keluar dari stationnya dan selanjutnya masuk ke station lainnya sesuai instruksi. Apabila rangkaian uji OSCE selesai maka seluruh penguji utama melakukan rekap nilai dan melakukan post briefing beserta KOC serta penguji pusat.
Di akhir sesi hari ke-3 seluruh peserta melakukan post test dalam bentuk quiz.
Afandi menyampaikan bahwa kelulusan dalam ujian OSCE dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor penguji, faktor mahasiswa dan faktor lingkungan. Oleh karenanya dengan adanya workshop OSCE ini diharapkan seluruh peserta dapat memahami apa saja yang harus disiapkan dalam menyelenggarakan uji OSCE mulai dari panduan OSCE, kompetensi dalam blue print OSCE, kategori kompetensi, penentuan jumlah station, setting station, format penulisan soal serta mekanisme penyelenggaraan OSCE. (AS/TJc)










Komentar