oleh

Rd. Holil Aksan Umarzen, “Perwujudan DOB GATRA Perlu Kebersamaan dari Seluruh Steakholder”

TINTAJABAR.COM, GARUT Pasca di Paripurnakannya Persetujuan Bersama antara DPRD Garut dengan Bupati Garut yang sudah memasuki tahun kedua, dimana persyaratan administrasinya sudah masuk ke Biro tapem Pemprov. Jabar, namun belum juga di paripurnakan oleh DPRD JABAR bersama Gubernur Jabar.

Ketika di Konfirmasi kepada Ketua Umum PM GATRA, H. Holil Aksan Umarzen menjelaskan bahwa perjuangan CDOB Pemekaran ini sangat berat, perlu pergerakan dan pemikiran yang signifikan dari para pengurus dan dari semua lini/Steakholder, kami berharap bagi yang punya posisi penting di masyarakat dan Pemerintah, baik di legislatif maupun eksekutif, untuk dapat ikut sosialisasi maupun melakukan llangkah- langkah strategis lainya untuk percepatan pembentukan DOB Kab. Garut Utara. Ujarnya penuh semangat.

Selanjutnya dituturkan oleh H. Holil Aksan yang juga di percaya sebagai Ketua Forkodetada, karena pemekaran ini bukan perjuangan satu orang Ketum PM Gatra sajah tapi merupakan perjuangan bersama. Ucapnya tegas.

Diharapkannya, dalam berjuang itu tidak hanya menunggu berita/informasi dari saya, baik yang sudah terpubikasi sampai mana atau hanya menunggu undangan acara yang sudah dijadwalkan saja. Tetapi semua pihak harus mengambil peran dan tanggung jawab, tentang apa yang sekiranya bisa dilakukan karena saya percaya semua pengurus dan anggota punya link /jaringan masing masing baik ke Pemerintah maupun ke Dewan di semua tingkatan utk mempercepat pemekaran DOB Gatra.

“Saya berterima kasih atas respon dan konsistensi dari Para anggota DPRD Garut, khususnya dari Dapil Garut Utara serta para Ketua DPK BPD dari seluruh Kecamatan se- Garut Utara yang mendukung penuh dalam pemenuhan persyaratan CDOB Kab. Garut Utara.”. Imbuhnya penuh kebanggaan.

“Kata pak Aep Saepudinā© sering mengatakan, “berama pasti kita bisa, tapi bagaimana bisa bersama kalau hanya menunggu.
Maka arti dari Bersama itu adalah “kumaha babarengan Ngalengkah, teu Kudu nunggu Parentah (Bagaimana bersama melangkah, jangan sampai nunggu perintah – red).”
Pungkas Kang H. Holil Aksan menutup pembicaraan. (As/tintajabar.com)

Komentar