TINTAJABAR.COM, KOTA TADIKMALAYA – Puluhan Mahasiswa PMII Kota Tasikmalaya gelar aksi damai di Bale Kota dalam peringatan Hari Tani Nasional 2021 dan PR Walikota Tasikmalaya yang sekarang sudah di Definitipkan.
Diwaktu senggang, Muhammad Aminudin sebagai korlap aksi, ia mengatakan pada hari ini Mahasiswa PMII Kota Tasikmalaya gelar aksi demo Peringatan Hari Tani Nasional 2021.

Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memberikan PR kepada Walikota Tasik yang sudah dilantik dalam perihal tuntutan dan permasalahan.
“Hari ini secara potensial dari 10 Kecamatan yang potensial ada 6 Kecamatan yang berpotensi Pertanian. Diantaranya, Ciberem, Kawalu, Mangkubumi, Bungursari, Purbaratu, dll.”Ungkapnya saat jumpa pers, Jum’at (24/9/2021).
Pertama, dari RDTR (rencana detail tata ruang) belum ada regulasi yang tetap. maka, pada ujungnya alih fungsinya yang membabi buta.
Kedua, regulasi mengenai pasar, padahal diundang-undang sudah di jelaskan dalam perda. Kita menuntut perwalkot supaya ada perlindungan para Petani dan ketakutan kami adalah pasar yang bermain. Yang pada ujungnya ada Monopoli Pasar yang terjadi di harga hasil Petani.
Ketiga, kita mendesak Walikota Tasikmalaya untuk membuat siklus Petani Organik. Kita lihat di wilayah lain, seperti Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Kuningan sudah ada.
Namun, Kota Tasik secara potensial terhadap Pertanian masih belum ada. Pihaknya dengan menyodorkan program kepada Dinas Pertanian, harus membuat Bimtek atau Workshop yang memang mengedukasi terhadap para Petani.
“Kita desak untuk Pemkot perihal LP2B itu sangat penting. Karena, dari kemarin yang sudah di follow up menjadi pembahasan akhir tahun. Saya rasa LP2B itu menjadi perlindungan untuk lahan Petani supaya tidak terjadi alih fungsi lahan.”paparnya.
Kemudian, ditambah harus membuat Siklus Demografi baik dari Petani-petani itu sendiri untuk membuat badan usaha milik Pertanian.
Kedatangan PMII ke bale kota tidak di terima oleh H M Yusuf, pihaknya PMII akan melakukan aksi demo jilid II. Karena, secara eksekutif pada porosnya ada di Walikota Tasikmalaya yang kemarin-kemarin sudah dilantik.
“Saya rasa Walikota sangat fundamen dan kami sangat kecewa aksi ini tidak dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya.”tegasnya.
Sementara itu, Ketua PMII Kota Tasikmalaya, Muhaimin Ahmad Basith, di Hari Tani Nasional 2021, ia menyampaikan, bukanya ada perbaikan, semakin sini malah semakin sempitnya lahan Pertanian. Malah maraknya pembangunan di Kota Tasikmalaya yang tidak seimbang dengan jaminan keselamatan atau keberlanjutan dari para Petani yang ada di Kota Tasik.
“Apalagi saya mendengar kelompok Tani di Kota Tasik Tahun 2019 ada 500 kelompok. Tahun 2021 jumlahnya bertambah menjadi 600 kelompok artinya kelompok Tani semakin berkembang kemudian lahan para Petani semakin sempit.”beber Ketua PMII.
Pertanian ini adalah Manusia bukan barang mati yang perlu dihidupi kemudian di profesinya perlu dijamin. Meskipun visi-misinya dari Pemerintah mengembangkan industri.
Muhaimain menduga, banyak transformasi yang kemudian teknologi yang baru bisa beradaftasi antara Pertanian dengan situasi industri di Tasikmalaya.
Disinggung ada aksi yang dorong mendorong dari Mahasiswa, itu bentuk kekecewaan sahabat-sahabat PMII. Karena, cukup terlambat dari Pemerintah untuk menanggapi. Pihaknya pengkajian ini, kita kaji bukan satu malam dua malam tetapi empat malam.
“Kamipun dari mahasiswa khususnya dari PMII, menunggu undangan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk membahas RDPR.”
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tedi Setiadi ia menjelaskan Saya atas nama Pribadi, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasik mengucapkan selamat Hari Tani Nasional 2021. Semoga para Petani khususnya di Kota Tasikmalaya bisa hidupnya lebih sejahtera.

“Lebih lanjut, barusan yang telah di suarakan dari Mahasiswa PMII pada hakekatnya sejalan dengan Dinas Pertanian. Mereka dengan tuntutanya yaitu mendorong LP2B itu segera di bikin perdanya. Kita tahun ini rancangan perdanya sudah selesai. Dan sudah masuk di bagian Hukum Setda. Informasi terakhir kemarin sudah terjadi komuniskasi antara setda bagian hukum dengan dari Dprd yang antara lain menjadi prioritas penyusunan perda LP2B.”imbuhnya.
Kendati demikian, semoga maksimal di triwulan dua di tahun 2022. tentunya harus dengan tujuan agar lahan Pertanian tidak tergerus. Oleh sebab itu, para Mahasiwa PMII menyuarakan hasil panen juga, dikarenakan pada saat Petani melaksanakan produksi. Yang setelah pasca panen harganya jatuh.
“Itu sangat menyakitkan bagi kami, oleh karena itu tadi mendesak kepada Dinas Indag, UMKM diantarnya agar ada jaminan kestabilan harga.”Pungkasnya. (RZ/tintajabar.com)












Komentar