oleh

Seram! Kepala Daerah Kota Tasik Slow Respon Kepada Guru Honorer, Meiman: Tunggu Krisis Dunia Pendidikan

TINTAJABAR.COM, KOTA TASIKMALAYA – Puluhan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya lakukan audiensi kepada wakil rakyat (DPRD).

Mereka dengan berbondong-bondong menuju ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya dengan menyampaikan keluh kesah pasca seleksi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK). Audiensi itu dihadiri Ketua Komisi IV & I.

Guru Honorer tersebut tidak sendirian, mereka didampingi dengan Penasehat Hukum yaitu Meiman N Rukmana, SH., MH. Ia mengatakan Seleksi PPPK ini jangan sampai menjadi ajang kompetisi yang kemudian ujung-ujungnya adalah eliminasi. Lalu, Guru Honorer yang sudah lama mengabdi dan bekerja cukup lama dengan dalih kompetensi.

Meiman mengatakan dia meminta kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya agar regulasinya di perlunak dan perlentur.

“Ya, jangan ditambah kesulitan dan kesusahan. Seharusnya, bisa menghargai jasa-jasa mereka (Guru) yang sudah mengabdi dan patut kita hargai.”tegas Meiman N Rukmana kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Dengan begitu, kata Meiman, terkait kepedulian dari kepala Daerah kepada Guru Honorer responnya sama sekali belum kelihatan. Apalagi kerja nyatanya.

“Ya, mungkin mereka sibuk terlalu banyak menerima Ormas, Lsm, dan tim suksesnya dari pada Guru Honorer.”tambah Dia

Namun, harus kita sadari, tatkala hal ini tidak direspon dan tidak di tindak lanjuti secara nyata. Hal ini akan terjadi krisis di Dunia Pendidikan.

Meiman meminta kepada anggota DPRD Kota Tasikmalaya dan kepada Kepala Daerah untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat kaitan permasalahan Guru Honorer yang ada di Kota Tasikmalaya.

“Artinya DPR, termasuk Walikota ini harus memberikan masukan ke Pusat terkait permasalahan di Kota Tasik. Terutama, ini kepentingannya Walikotanya. Dia harus berkirim surat, intinya itu harapannya terhadap perkembangan PPPK terutama khususnya di Kota Tasik.”Pungkasnya. (RZ/tintajabar.com)

Komentar